Pidato Megawati Sarkas, Sinis, Dan Mengarah Ke Perpecahan Bangsa

7507

Pidato Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke-44 PDIP adalah pidato terburuk yang pernah disampaikan oleh seorang mantan Presiden Republik Indonesia.

egitu kata politisi muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (11/1).

“Pidato itu sangat jauh dari sikap kenegarawanan, sarkastis, dan penuh sinisme, bahkan mengarahkan terjadinya perpecahan bangsa,” ujarnya.

Doli menyebut, pidato itu menunjukkan bahwa Megawati ikut larut kepada kepentingan kelompok tertentu yang ingin membuat jarak dan menebar kebencian terhadap Islam.

Sikap Megawati yang mempertentangkan antara Islam dan Pancasila dengan mengkontestasikan ideologi tertutup dengan ideologi terbuka, menurutnya, justru mempertontonkan bahwa sesungguhnya Megawati tidak paham pengertian agama, ideologi, Islam, dan Pancasila itu sendiri.

“Bahkan pernyataannya tentang keyakinan terhadap akhirat yang dalam Islam memang diimankan, bisa mengarah kepada kategori pelecehan bahkan penistaan Islam, karena itu mengganggu prinsip Ketuhanan yang bertentangan dengan sila pertama Pancasila,” sambung mantan ketua umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) itu.

Megawati, sambungnya, juga tidak paham akan sejarah Indonesia karena dia mengabaikan Islam atau bahkan mempertentangkan Islam dengan Pancasila.

“Megawati seperti merasa pemilik tunggal Pancasila serta mengganggap yang lain tidak Pancasilais dan tidak paham Bhinneka Tunggal Ika,” pungkasnya. [ian] | RMOL


*Repelita Online merupakan wadah untuk menyalurkan ide/gagasan/opini/aspirasi warga. Setiap opini/berita yang terbit di Repelita Online yang merupakan kiriman dari penulis merupakan tanggung jawab dari Penulis.
Join @Repelita Channel on Telegram

comments

Loading...