Pidato Game Of Thrones Jokowi, Ferdinand: Presiden yang Banyak Mengkhayal, Seperti Donald Trump

795

 JAKARTA – Pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengangkat serial Game of Thrones membuat lini massa ‘meledak’.

Pidato itu disampaikan Jokowi dalam Opening Anual Metting International Monetary Fund (IMF) & World Bank di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10/2018).

Atas pidatonya itu, seluruh peserta yang hadir bangkit dari kursinya untuk memberikan tepuk tangan.

Tak ketinggalan, pidato itu juga jadi perhatian sejumlah media internasional yang tak ketinggalan memuji aksi mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Tapi tak demikian halnya dengan anak buah Susilo Bambang Yudhoyono, Ferdinand Hutahaean.

Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat itu malah menyebut Jokowi sebagai sosok presiden yang banyak mengkhayal.

Ia lantas menyamakan Joko Widodo seperti Presiden Amerika Serikat yang banyak mengambil cerita khayalan.

Demikain disampaikan Ferdinand saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (12/10/2018).

“Pak Jokowi adalah presiden yang banyak mengkhayal. Seperti Donald Trump, banyak mengambil cerita-cerita khalayan,” cemooh Ferdinand.

Ferdinand lantas merinci khayalan Jokowi. Misalnya, menyebut ekonomi akan segera bangkit.

Namun, nyatanya hingga hari ini hal itu belum terealisasi.

“Sama seperti beliau berkhayal ekonomi meroket di bulan September, tapi tak kunjung meroket,” jelas Ferdinand.

Ferdinand pun menilai standing applause yang diberikan delegasi peserta pertemuan kepada Jokowi biasa saja.

“Namanya khayalan itu sering mendapat tepuk tangan, standing applause,” katanya.

“Karena memang dilihat seorang anak kecil yang mampu bercerita hebat itu pasti mendapat tepuk tangan,” nyinyir dia.

Momen itu pun tak luput dari perhatian sejumlah media internasional yang tak ketinggalan memuji aksi suami Iriana itu.

Media daring New York Times melansir, pidato Joko Widodo itu telah memberikan ‘tamparan’ keras kepada semua negara-negara di dunia.

Dalam pidato itu, Joko Widodo memang tak menyebut secara jelas negara mana yang dimaksud.

Termasuk Amerika Serikat dan Cina yang kini menjadi dua poros kekuatan besar ekonomi dunia.

“Tetapi jelas siapa yang dibicarakannya dalam pidato di sidang pleno Anual Metting International Monetary Fund (IMF) & World Bank di Nusa Dua, Bali,” tulisnya.

Pidato itu juga disebut membuat negara-negara berkembang dan miskin saja yang harus menerima dampak perang dagang dimaksud.

“Kenaikan suku bunga bank membuat para investor menjauh dan menurunkan nilai mata uang,” lanjutnya.

Sementara, Straight Times menurunkan artikel berjudul ”Winter is coming’: Indonesia’s President Jokowi urges unity as he sounds warning for global economy’.

“Presiden Indonesia Joko Widodo mengingatkan bahwa ‘musim dingin akan datang’.

“Ia mendesak negara-negara untuk bersatu dan bekerja sama, daripada bersaing,”

“Untuk mengatasi masalah yang memuncak dari perubahan iklim hingga gangguan teknologi,” tulis artikel itu.

Artikel itu juga menyebut, Jokowi sejatinya telah melihat adanya ketimpagan pertumbugan ekonomi.

Dimana Amerika Serikat menjadi yang terbesar dan bisa menikmati ekspasti yang kuat.

Sementara negara-negara lain di seluruh dunia, sedang berjuang dengan berbagai kesengsaraan yang berasal dari meningkatnya perang dagang, guncangan industri akibat gangguan teknologi dan tekanan pasar.

Musim dingin yang digambarkan Joko Widodo, digambarkan sebagai sebuah ancaman besar bagi negara-negara di seluruh dunia.

“Dan itu bisa membawa kehancuran besar-besaran ke dunia,” lanjutnya.

(ruh/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...