Pesawat Lion Air Dikabarkan Oleng? Ini Penjelasannya

274
Lion Air PK-LQP (Paul Christian Gordon/Lion Air)

Jakarta – Manajemen Lion Air membantah kabar bahwa pesawat Lion Air JT-780 rute dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan (UPG) menuju Bandara Mutiara Sis Al-Jufri, Palu, Sulawesi Tengah, pada 12 Februari lalu mengalami kehilangan tenaga, oleng, dan terbalik.

Sebelumnya beredar kabar bahwa pesawat Lion Air JT-780 itu kehilangan kendali dan terbalik sehingga terpaksa melakukan pendaratan kembali ke bandara asal yaitu Makassar setelah terbang 30 menit.

“Menanggapi perkembangan berita tentang penerbangan JT-780 tersebut, bahwa pilot mengoperasikan pesawat sesuai dengan SOP [standard operasional prosedur]. Pesawat diterbangkan masih dalam kendali, tidak terbalik dan tidak mengalami kehilangan tenaga,” kata Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, dalam keterangan resmi, Jumat (15/2/2019).

Danang melanjutkan, sekitar 30 menit di udara, pesawat tersebut memasuki cuaca yang kurang baik, sehingga menimbulkan turbulensi atau guncangan.

“Tidak benar pesawat oleng,” tegasnya.

Menurut Danang, operasional pesawat telah dijalankan sesuai dengan SOP. Dengan demikian, guna memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan (safety first), setelah terbang 30 menit pilot memutuskan untuk melakukan pendaratan kembali di bandar udara asal yaitu Makassar atau return to base (RTB).

Keputusan tersebut sudah sesuai prosedur operasional dikarenakan ada technical dan membutuhkan penanganan serta pengecekan kembali pada pesawat di darat. Setelah ada keputusan oleh pilot untuk kembali ke bandara asal, maka posisi pesawat berubah arah dan berbelok menuju Makassar.

Perubahan tersebut, katanya, tetap mengikuti jalur penerbangan (airways) serta merupakan hal yang wajar dalam pengoperasian pesawat udara.

Dari laporan awak kabin, selama proses penerbangan bahwa situasi yang terjadi dalam kabin pesawat masih kondusif serta terdapat satu bayi menangis.

Pesawat mendarat secara normal di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin pukul 22.24 WITA. Sesaat setelah mendarat dan posisi pesawat sudah sempurna di landas parkir, seluruh penumpang menurut Danang diarahkan dan dibawa menuju ruang tunggu keberangkatan, guna mendapatkan informasi lebih lanjut dan pelayanan terbaik.

“Lion Air menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh tamu atas ketidaknyamanan yang timbul,” jelasnya.

Lion Air telah memberangkatkan kembali JT-780D pada 12 Februari pukul 23.35 WITA dengan menggunakan armada lainnya yaitu Boeing 737-900ER registrasi PK-LGP, yang mengangkut tujuh kru beserta 136 penumpang dari awalnya 149 penumpang.

“Pesawat sudah tiba di Palu pukul 00.35 WITA pada 13 Februari lalu. Lion Air memfasilitasi permintaan 13 penumpang, seperti pengembalian dana dan perubahan jadwal terbang sesuai ketentuan. Pesawat Boeing 737-900ER registrasi PK-LGY sudah dilakukan pemeriksaan dan perbaikan, serta dinyatakan laik terbang.”, CNBC Indonesia

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here