Pernyataan Din Soal Kepulangan Habib Rizieq Bukan Sekadar Cek Kosong

570
Din Syamsuddin

JAKARTA – Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute Karyono Wibowo menduga terdapat implikasi politik, ketika Din Syamsuddin melontarkan pernyataan bahwa negara bertanggung jawab memulangkan, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

“Pernyataan Din Syamsuddin bisa jadi tidak sekadar cek kosong. Pernyataan Din terkait pemulangan Rizieq Shibab, tentu memiliki implikasi politik,” kata Karyono dalam pesan singkatnya kepada jpnn.com, Senin (24/8).

Dalam analisis Karyono, pernyataan Din meningkatkan sentimen negatif terhadap pemerintah.

Di sisi lain berpotensi membangun simpati pendukung Habib Rizieq kepada Din, dan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Selain berstatus Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din merupakan seorang deklarator KAMI. Bahkan, Din selalu hadir dalam setiap kegiatan KAMI.

“Menurut saya, ini salah satu manuver yang lumrah dalam pergulatan politik,” ucap Karyono.

Namun, kata dia, pernyataan Din itu belum tentu bisa menarik pendukung Habib Rizieq dan massa yang tergabung dalam kelompok 212 untuk mendukung KAMI.

Pasalnya, kata dia, masih akan terjadi tarik menarik dari pelbagai kekuatan politik yang membidik kelompok ini sebagai ceruk pemilih.

“Pertanyaannya, apakah para simpatisan HRS dan massa yang tergabung dalam kelompok 212 otomatis mendukung KAMI secara bulat? Menurut saya belum tentu,” ungkap dia.

Lebih lanjut, kata dia, manuver tokoh-tokoh KAMI seolah mengafirmasi bahwa pendirian kelompok itu tidak sekadar gerakan moral.

Namun, sengaja dirancang sebagai kekuatan politik alternatif di tengah kemandulan oposisi di parlemen.

“Sekurang-kurangnya, KAMI dirancang sebagai panggung politik hingga 2024. Dengan terbentuknya KAMI dapat menjadi panggung politik agar tetap eksis hingga 2024,” ucap Karyono.

Karyono menyarankan, pemerintah tidak perlu tipis telinga dan tidak perlu terlalu merespons berlebihan pernyataan tokoh dari KAMI.

Anggap saja, kata dia, kritik KAMI sebagai bagian dari kebebasan berpendapat.

Jika kritiknya konstruktif, jadikan cambuk untuk meningkatkan kinerja yang lebih baik lagi.

“Responslah dengan ucapan terima kasih. Namun, jika kritiknya tidak berdasar dan tidak sesuai fakta, cukup diluruskan dengan data,” ungkap dia.

Din Syamsuddin angkat bicara soal proses pemulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab yang berlarut-larut.

Dia menyebut pemulangan Habib Rizieq merupakan tanggung jawab negara.

Ucapan dari Din ini seperti disampaikan oleh ulama Betawi Haikal Hassan di dalam diskusi yang digelar Habib Rizieq Shihab Center (HRS Center), secara daring dengan tema Pemulangan IB HRS dari Pengasingan Politik, Minggu (23/8).

Sebagai catatan, Din terpaksa absen dalam diskusi itu karena menghadiri acara lain.

Namun, Din memberikan pernyataan sikap kepada Haikal untuk dibacakan saat diskusi.

“Pemulangan Habib Rizieq Shihab adalah suatu keniscayaan dan merupakan tanggung jawab negara,” ungkap Din melalui keterangan yang dibacakan Haikal dalam diskusi. (ast/jpnn)

Sumber Berita / Artikel Asli : Jpnn

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...