Peringati 93 Tahun Sumpah Pemuda, Lieus Sungkharisma Bentangkan Bendera Raksasa Ukr 50×30 m2 dari Gajahmada

402

Menyambut peringatan 93 Tahun Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2021, sejumlah relawan lintas suku dan asal daerah di Jakarta akan menggelar acara yang diberi tajuk “Menjahit Kembali Merah Putihku yang Terkoyak”.

Acara yang dimotori aktivis Tionghoa, Lieus Sungkharisma tersebut direncanakan akan berlangsung di kawasan Gajahmada Jakarta dengan membentangkan Bendera Merah Putih berukuran 50 x 30 meter dengan pusat kegiatan di Jalan Gajahmada 16 B, Jakarta Pusat.

Selain membentangkan bendera berukuran raksasa itu, peringatan 93 tahun Sumpah Pemuda tersebut juga akan diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan teks Sumpah Pemuda secara bersamaan di seluruh wilayah Indonesia tepat pada Pukul 10.00 Wib.

Pembacaan Teks Sumpah Pemuda akan dilanjutkan dengan pembacaan “Petisi Rakyat” yang berisi 5 (lima) butir pernyataan sikap rakyat Indonesia. Kelima butir petisi rakyat itu adalah;
Perkokoh Ketahanan energi
Percepat Pemberantasan Korupsi
Penyediaan Tanah untuk Rakyat
Pemerataan Ekonomi Untuk Semua warga Negara, dan
Tegakkan Keadilan hukum

Menurut Lieus Sungkharisma, kegiatan ini dilaksanakan karena selama kurun waktu 93 tahun ini telah banyak peristiwa sejarah bangsa Indonesia yang sudah mulai dilupakan.

“Selama kurun waktu itu bangsa Indonesia tak pernah lepas dari berbagai cobaan. Baik secara politik, sosial, dan lebih-lebih ekonomi,” ujar Lieus.

Puncaknya, tambah Lieus, adalah ketika terjadi krisis ekonomi dan politik pada 1998 yang membawa bangsa dan negara ini ke masa-masa penuh kesulitan bagi seluruh rakyat Indonesia, bahkan hingga hari ini.

“Nilai-nilai luhur atas nama keadilan, persatuan, kebhinnekaan sebagai warisan para Founding Fathers And Mothers negeri ini, yang menjadi dasar dari terbentuknya Republik Indonesia yang merdeka dan berdaulat, terus menerus digerogoti oleh pihak-pihak yang ingin negara ini terpecah belah,” kata Lieus.

Oleh karena itu, pada peringatan 93 tahun Sumpah Pemuda 28 Oktober 2021, para aktivis dari berbagai elemen masyarakat bertekad untuk mengembalikan semangat kesatuan dan persatuan Indonesia itu dalam kehidupan nyata 275 juta rakyat Indonesia.

“Harapannya tidak lain agar rakyat Indonesia melebur kembali ke dalam satu ikatan sejati cita-cita sejarah Republik Indonesia yang bersatu, berkeadilan, berdaulat dan berdikari,” tutur Lieus.

Selain pembentangan bendera merah putih raksasa, pada peringatan hari Sumpah Pemuda kali ini pihak penyelenggara juga menyediakan makan gratis di Warung Makar bagi setiap pengendara kendaraan bermotor yang melintasi wilayah jalan Gajah Mada, yang di kendaraannya memasang bendera Merah Putih atau memakai pita merah putih di lengannya.

“Melalui aksi ini kami tidak hanya ingin mengajak semua elemen bangsa untuk kembali merajut tali persatuan dan kesatuan, tapi juga ingin menggugah seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama bersumbangsih dalam membangun Republik Indonesia agar menjadi lebih baik di masa datang” ujar Lieus. (*)

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here