Performa Pertamina melorot, kok Ahok malah disebut Bapak Bangsa?

689
Ahok

Ahok banyak mendapat kritikan gegara performa Pertamina menurun.

Kinerja Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) sedang disorot. Kemarin dia sempat menjadi trending topic di Twitter. Gegaranya, publik mengkritisi kerja Ahok usai mencuat kabar perusahaan BUMN yang dipimpinnya mengalami kerugian Rp11 triliun.

Pada semester I 2020, Pertamina mengalami kerugian sebesar US$767,91 juta atau setara dengan Rp11,13 triliun, dikutip dari Makassar.terkini.id—jaringan Suara.com. Padahal kehadiran Ahok diharapkan mampu mengdongkrak performa Pertamina.

Banyak mendapat kritikan

Kerugian yang dialami perusahaan pelat merah itu memicu polemik di tengah masyarakat. Ada yang menuding hal tersebut terkait dengan kinerja Ahok yang mengecewakan. Sebagian lagi menganggap kerugian tersebut karena dampak pandemi Corona.

Sederet tokoh berkomentar soal hal tersebut. “Lha Kok bisa rugi? Padahal tidak menurunkan harga BBP seperak acan,” tulis Aktivis Jaringan Pro Demokrasi (ProDEM) Adamsyah Wahab alias Don Adam

Tengku Zul enggak ketinggalan berkomentar, “Kata siapa Ahok hebat…? Gaji selangit, prestasi ambyar… Heehhh…”

Mantan Sekretaris BUMN Said Didu bahkan memaparkan beberapa tugas yang seharusnya dilakukan Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina. “Dulu saya sudah katakan bahwa Ahok sebagai Komut jika ditugaskan untuk : 1) memagih utang ke pemerintah, 2) minta blok migas dari MenESDM, 3) minta ke Presiden agar tidak membebani Pertamina, 4) menemui DPR agar diberikan anggaran untuk penugasan,” cuit Said Didu.

Kecerdasan Ahok di atas rata-rata

Sementara itu, pegiat sosial sekaligus Pemimpin Redaksi Majalah Tabligh, Mustofa Nahrawardaya menuliskan sindiran pedas. “Untung ada Ahok. Kalau tidak ada beliau, mungkin kerugian Pertamina bakal melonjak jadi 44 T,” cuit Mustofa.

Pemimpin Redaksi Majalah Tabligh, Mustofa Nahrawardaya
Pemimpin Redaksi Majalah Tabligh, Mustofa Nahrawardaya. Foto: Instagram

Menurut dia, Ahok harus tetap dipertahankan di perusahaan tersebut untuk mencegah kerugian yang lebih besar lagi. “Justru Ahok harus dipertahankan di Pertamina. Ini demi menekan kerugian yang lebih besar di Pertamina. Hanya beliau yang ditakuti para pengembat,” kata Mustofa melalui akun Twitter @TofaTofa_id.

Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk Ahok sebagai Komut karena dinilai punya kemampuan baik dalam melakukan pengawasan. Dikutip dari Suara.com, bagi Erick, Ahok seorang pendobrak yang diyakini bisa membantu Pertamina mencapai target.

Tapi dengan kalimat satire, Mustofa menyinggung Ahok. “Saya sih, berpikiran begini: Mau dipasang di posisi manapun, rasanya sayang. Ini soal kemampuan beliau. Beliau lebih cocok jadi bapak bangsa. Kecerdasan Ahok di atas rata-rata warga biasa,” katanya.

Tahun ini Pertamina gagal masuk ke daftar Fortune Global 500. Padahal pada tahun 2019, Pertamina berada di peringkat 175. Perusahaan milik pemerintah ini menjadi satu-satunya perusahaan dari Indonesia yang masuk daftar Fortune.

Sumber Berita / Artikel Asli : Hops

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...