Perdebatan Soal Data Center dan Aplikasi PeduliLindungi, Begini Jawaban Profesor Unair

336
Henry Subiakto, Guru Besar Fisip Unair

Masih ramainya permasalahan kebocoran data dan dianggap buruknya data PeduliLindungi pun menjadi perdebatan.

Aplikasi peduliLindungi dilaporkan beberapa pihak sebagai aplikasi yang berasal dari Singapura yaitu TraceTogether.

Hal itu dibantah oleh Profesor Henry Subiakto yang juga Guru Besar Fisip Universitas Airlangga Surabaya.

Pada cuitannya Henry Subiakto di akun @henrysubiakto mengungkapkan keyakinannya bahwa PeduliLindungi adalah hasil karya anak Bangsa.

“PeduliLindungi 100% Dibuat oleh Telkom. Teamnya dipimpin Faizal R. Djoemadi,” cuitan Henry Subiakto pada 15 September 2021 dengan mengunggah sertifikat hak Cipta.

Henry juga mengakui bahwa idenya berasal dari aplikasi TraceTogether Singapura, namun kemudian dikembangkan menjadi aplikasi yang lebih canggih dan lengkap.

“Idenya mmg melihat dr aplikasi TraceTogether Singapore. Tp kmd dikembangkan lbh canggih dan lengkap,” tulisnya.

Bahkan ia mengungkapkan pengembangan tersebut juga diketahui oleh Duta Besar Singapura dan dengan dikeluarkannya surat pencatatan Ciptaan oleh Kemenkumham pada 27 Maret 2020.

“Dan sdh minta izin ke Dubes Singapore. Kemudian jd applikasi nasional yg diakui hak ciptanya,” jelas Henry.

Henry juga menyanggah ramainya berita yang menyebut bahwa data center peduliLindungi ada di luar negeri.

Ia menyatakan bahwa aplikasi PeduliLindungi hasil karya anak bangsa juga didukung oleh data center yang dibangun di dalam negeri.

“Data Center Nasional mmg sdg dibangun, tp kominfo jg punya pusat data sementara yg selama ini dipakai untuk kepentingan pemerintah. Peduli Lindungi baru saja dipindahkan untuk diback up disitu. Jadi peduli lindungi itu buatan anak bangsa dan datanya ada di Indonesia,” ungkapnya pada 14 September 2021. ***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here