Pengrusakan Baliho SBY Diduga Buntut Perintah Erick Thohir Serang Musuh Jokowi

916

JAKARTA – Pengrusakan baliho Susilo Bambang Yudhyono (SBY) dan atribut Partai Demokrat di Pekanbaru, Riau, memanasakan suhu politik nasional. Terlebih, pelaku pengrusakan yang ditangkap mengaku disuruh partai pendukung penguasa.

Pengrusakan baliho SBY di Pekanbaru dicurigai sebagai buntut dari pernyataan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Ma’ruf Amin, Erick Thohir, yang mengatakan mulai saat ini akan bermain menyerang untuk mengalahkan musuh Jokowi.

Namun serangan yang dilancarkan di Pekanbaru dinilai salah sasaran. Sebab, SBY yang menjabat Ketua Umum Partai Demokrat ke Pekanbaru Riau sama sekali tidak bermaksud untuk menyaingi Presiden Jokowi.

“Saya ini bukan Capres. Saya tidak berkompetesi dengan Bapak Presiden Jokowi. Kompetisi antara Prabowo dengan Jokowi, it is not my competion, bukan. Tapi mengapa justru saya dan Demokrat yang diserang dan dihancurkan,” kata SBY saat memberikan keterangan pers, Sabtu (15/12) siang.

“Sekali lagi itu bukan perang saya. Kenapa saya dibeginikan?” keluh SBY yang pernah menjabat sebagai presiden RI selama 2 periode ini.

Wasekjen DPP Partai Demokrat (PD), Rachland Nashidik mengatakan, pemasangan atribut Demokrat di Pekanbaru, Riau sama sekali tidak bertujuan untuk menyaingi Jokowi yang saat ini menjadi calon presiden.

“Mohon maaf, kader kami terlanjur masang ribuan poster menyambut beliau. Itu sama sekali tak diniati untuk menyaingi Bapak Presiden,” kata Rachland Nashidik melalui akun Twitter pribadinya, Sabtu (15/12).

Untuk itu, Rachland mengimbau para pendukung Jokowi untuk memakai akal sehat. “SBY saat ini bukan kandidat Capres, bukan pesaing Jokowi di Pilpres,” kicaunya.

Menurut Rachland, kejadian pengerusakan baliho penyambutan SBY tidak akan pernah terjadi bila menggunakan akal sehat.

Rachland menduga pengerusakan atribut Demokrat terjadi lantaran pernyataan Ketua Tim Pemenangan Nasional (TKN) Erick Thohir yang menyatakan kubu Jokowi harus menyerang.

“Apa ini sebab perusakan dan pencabutan poster dan spanduk Demokrat menyambut kedatangan Pak SBY di Pekanbaru? Tapi Pak SBY bukan Capres. Bukan rival Pak Jokowi,” kata Rachland.

Sebelumnya, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Ma’ruf Amin, Erick Thohir, mengatakan mulai saat ini akan bermain menyerang.

Erick Thohir mengatakan, selama ini kubu Jokowi hanya bermain bertahan karena serangan dari pihak oposan sudah semakin liar. Karena itu, mulai sekarang mau tidak mau TKN akan menyerang.

“Karena kemarin kami sudah diserang, bahkan ada kampanye PKI segala, jadi mau tidak mau kita harus ofensif sekarang,” kata Erick dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Direktorat Hukum dan Advokasi di Hotel Acacia, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis 13 Desember 2018.

(one/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...