Pengguna media sosial fokus pada kesalahan PIHAK OFISIAL DAN PELATIH yang lambat memberikan bendera

794

Indonesia sedang dihebohkan oleh seorang atlet muda berusia 18 tahun. Ia berhasil menyabet juara 1 sprint 100 meter dalam Kejuaraan Dunia IAAF U20 yang berlangsung di Tampere, Finlandia. Ia berhasil mencapai finish dengan durasi waktu 10,18 detik, unggul 0,04 detik dari dua lawannya asal Amerika Serikat.

Tetapi, ketimbang berita kemenangannya mengalahkan negara lain, fokus masyarakat Indonesia tersita oleh isu yang jauh lebih menarik menurut mereka, yaitu isu ‘Zohri Kebingungan Mencari Bendera’.

Pengguna media sosial fokus pada kesalahan PIHAK OFISIAL DAN PELATIH yang lambat memberikan bendera. Ini adalah sasaran empuk untuk bisa menembak pemerintah dengan hujatan-hujatan. Seolah semua kesalahan ada di pemerintah. Seolah para komentator ini ada di lokasi kejadian dan melihat langsung bagaimana keadaan di sana. Seolah mata kepalanya yang merekam langsung jahatnya pihak PIHAK OFISIAL DAN PELATIH yang tidak memberikan bendera kepada sang juara.

Hujatan demi hujatan terposting di kolom komentar oleh ratusan akun. Banyak yang mengatakan Zohri berangkat sendiri dengan dana sendiri, dan tanpa dukungan moral dari pemerintah. Zohri tidak disediakan bendera Merah Putih dan tidak didampingi pelatih.

Banyak yang kemudian menelan mentah-mentah isu ini tanpa mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu. Padahal berita tersebut disampaikan berdasarkan pendapat pribadi si pemilik status, bukan berdasarkan fakta lapangan.

Jika Anda mau meluangkan waktu 10 menit saja mencari tahu kebenarannya, Anda akan malu bahwa Anda telah menghujat karena salah mendapatkan informasi. Jika Anda mencari tahu faktanya, Anda akan menemukan bahwa bendera telah disiapkan oleh tim panitia hanya saja agak lambat diberikan karena sulitnya akses masuk ke tempat zohri, ia telah dikelilingi oleh wartawan asal Amerika, dan Zohri berangkat bersama Pelatih serta dua orang temannya yang saat itu juga bertanding di Finlandia.

“Lalu kenapa yang memberikan bendera adalah orang kulit putih, bukan orang Indonesia?”

Mari kita sama-sama menyamakan pemikiran. Kejuaraan Dunia IAAF ini diadakan di Finlandia, yang mana mereka adalah RAS kulit putih. Dan karena Kejuaraan Dunia IAAF ini diadakan di Finlandia, secara otomatis merekalah yang menjadi panitia acara. Anda bisa melihat kalung identitas yang mengalung di lehernya menandakan beliau adalah panitia.

Kesimpulannya, ini masih bendera Indonesia yang diberikan oleh panitia Finlandia. Saya sudah mencantumkan link di bawah untuk jadi referensi.

Kita sudah terlalu sering disajikan berita Hoax, mengapa pengalaman ini tidak menjadi pembelajaran untuk kita bahwa bisa saja berita yang diposting di Facebook bukan berita yang sebenarnya?

Kita tidak bisa terus-terusan menjadi negara penghujat. Kita bukan negeri pemakan hoax. Mari mulai berbenah. Mulai berprasangka baik. Mulai berpikir positif. Mencari tahu faktanya terlebih dahulu jauh lebih bijak daripada menelan mentah-mentah sebuah kebohongan dan akhirnya kita mengenyangkan ego.

Berikut saya cantumkan beberapa link referensi untuk membaca berita asli:

1. https://www.google.co.id/…/zohri-ukir-sejarah-baru-atletik-…

2. https://m.inilah.com/…/jadi-juara-zohri-sulit-dapatkan-bend…

3. https://www.google.co.id/…/1053325-kisah-zohri-susah-cari-b…

4. https://m.detik.com/…/bendera-merah-putih-saat-zohri-jadi-j…

5. https://sport.tempo.co/…/zohri-sulit-cari-bendera-usai-juar…

6. https://www.bolasport.com/…/288973-klarifikasi-kbri-finland…

7. Baca juga screenshoot di bawah. Faktanya seperti itu. Bendera yang diberikan adalah bendera yang dibawah dari Jakarta 😁

Selamat berbenah.

— Emak Finy

➖ Negeri Pemakan Hoax ➖Indonesia sedang dihebohkan oleh seorang atlet muda berusia 18 tahun. Ia berhasil menyabet…

Posted by Finy Arkana on Friday, July 13, 2018

 

IA SENDIRIAN***makanya ketika ia menjadi terdepan melewati garis finis tak ada bendera Indonesia yang dibawa keliling. Semua tak menyangka ia menang. Oleh karena itu tak ada bendera yang disiapkan.

Lawan tangguh dari Amerika Serikat juga tak percaya. Kita bisa melihat raut muka atlet Amerika Serikat dari kamera yang merekam.

Mohammad Zohri ditempatkan di sisi paling kanan. Sisi yang bukan favorit. Semua pemenang pertama di babak penyisihan ditempatkan di tengah. Zohri pemenang kedua di babak sebelumnya. Tetapi Zohri sanggup membalikkan semuanya. Ia bisa mengalahkan lawan-lawannya di Finlandia pada Kejuaraan Dunia Atletik IAAF U-20.

Untuk itu Zohri sujud syukur. Kita pun bangga ada atlet Asia bisa menyaingi atlet dari negara gudang juara lari cepat.

IA SENDIRIAN***makanya ketika ia menjadi terdepan melewati garis finis tak ada bendera Indonesia yang dibawa keliling. Semua tak menyangka ia menang. Oleh karena itu tak ada bendera yang disiapkan. Lawan tangguh dari Amerika Serikat juga tak percaya. Kita bisa melihat raut muka atlet Amerika Serikat dari kamera yang merekam.Mohammad Zohri ditempatkan di sisi paling kanan. Sisi yang bukan favorit. Semua pemenang pertama di babak penyisihan ditempatkan di tengah. Zohri pemenang kedua di babak sebelumnya. Tetapi Zohri sanggup membalikkan semuanya. Ia bisa mengalahkan lawan-lawannya di Finlandia pada Kejuaraan Dunia Atletik IAAF U-20. Untuk itu Zohri sujud syukur. Kita pun bangga ada atlet Asia bisa menyaingi atlet dari negara gudang juara lari cepat.

Posted by Riza Almanfaluthi on Thursday, July 12, 2018

Ada klarivikasi dari akun

Posted by Finy Arkana on Friday, July 13, 2018

Foto Finy Arkana.

Comments

comments

Loading...