Pengamat Heran Menteri yang Muncul di Muka Publik Hanya Sedikit: Sisanya Ngumpet Takut Di-Reshuffle?

392
Pengamat Hendri Satrio.

Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI sekaligus pengamat politik, Hendri Satrio alias Hensat kembali menyoroti penanganan pandemi Covid-19 di Tanah Air.

Hensat mengaku heran karena Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki 34 orang menteri, 15 lembaga, namun yang kerap kali muncul di hadapan publik hanya 10 orang.

Menteri Jokowi ada 34, Kepala Lembaga di bawah Presiden lebih dari 15, tapi yang sering tampil ke publik paling sekitar 10 orangan, sisanya kemana?” cuitnya melalui akun Twitter pribadi @satriohendri pada Jumat, 16 Juli 2021.

Dia menduga menteri-menteri tersebut tidak muncul karena efek kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat atau karena takut di re-shuffle.

“PPKM atau ngumpet takut di-reshuffle?” katanya.

 

Hensat pun mengajak mereka untuk membantu negara dan presiden menghadapi Covid-19 yang kian parah setiap harinya.

“Ayo keluar bantuin negara, bantu Presiden lawan Covid, ayo naikin Solidaritas Kemanusiaanmu,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Satuan Tugas Penanganan (Satgas) Covid-19 kembali melaporkan data Covid-19 per Jumat, 16 Juli 2021.

Hari ini, tercatat ada 54.000 kasus penambahan Covid-19. Sehingga total kumulatif kasus wabah tersebut di Indonesia telah mencapai 2.780.803 orang sejak pertama kali diumumkan pada Maret 2020 lalu.

Temuan 54.000 kasus baru tersebut bedasarkan hasil pemeriksaan terhadap 258.532 spesimen dari 179.216 orang.

Selanjutnya, Kemenkes juga mencatat ada 1.205 kasus kematian baru akibat Covid-19 hari ini. Dengan demikian, total kematian akibat wabah tersebut mencapai 71.397 orang.

Sementara itu, pasien yang dinyatakan negatif dan sembuh dari Covid-19 juga bertambah 28.079 dan total menjadi 2.204.491 orang.

 

Kemenkes juga melaporkan, kasus aktif Covid-19 di Indonesia mencapai 504.915 orang. asus aktif merupakan pasien positif Covid-19 yang sedang menjalani perawatan atau isolasi.

Kasus suspek wabah yang berasal dari Wuhan, China ini juga meningkat. Data kemarin hanya 209.186 orang. Hari ini naik menjadi 226.551 orang. ***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here