Pengakuan Saksi Mata yang Lihat Detik-detik Santri Tewas Ditusuk di Cirebon: Ada yang Lari ke Sini

306

Aji, saksi mata peristiwa santri tewas ditusuk membeberkan kronologi kejadian.

Diketahui, santri yang tewas ditusuk yakni Mohammad Rozian (17), penghuni Pondok Pesantren Husnul Khotimah.

Santri yang tewas ditusuk itu tengah menunggu kedatangan sang ibu yang datang dari Kalimantan untuk menjemputnya di Jalan Ciptomangunkusumo Kota CirebonJawa Barat, Jumat (6/9/2019).

Namun tiba-tiba Rozian ditusuk orang tak dikenal hingga tewas.

Dikutip TribunWow.com dari saluran YouTube Official iNews, Minggu (8/9/2019), Aji menuturkan saat itu dirinya tak jauh dari lokasi.

Aji yang diwawancarai mengatakan melihat korban, rekannya tengah mengobrol dengan seorang pria tak dikenal.

“Kemarin itu kejadiannya, waktu ngobrol di sini, itu di situ kumpul, ngobrol apa enggak tahu, saya kan sedang parkir di sana, dari sini ada ketutupan mobil 2, jadi enggak kelihatan,” ujar Aji.

Saat itu, tiba-tiba seorang santri, yang diketahui rekan korban, QG berlari meminta tolong.

“Setelah itu, ada yang lari ke sana minta tolong,” paparnya.

Sontak Aji berlari ke arah yang ditunjuk QG.

Saat dilihat, korban telah tergeletak di pinggir jalan.

“Saya lari ke sini, sudah ada yang geletak,” ungkapnya.

 

Tak hanya Aji, ibu korban yang saat itu baru sampai juga ikut berlari menghampiri korban.

Dengan mata kepala sendiri, ibu korban, Indira Fitriyana melihat anaknya tergeletak bersimbah darah dengan mulut yang mengeluarkan darah.

Sang ibu lantas membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunung Jati Kota Cirebon.

Namun sayang, korban meninggal dunia.

Jenazah Rozian tiba di Pondok Pesantren Husnul Khotimah pada Sabtu (7/9/2019) dini hari pukul 03.00 WIB.

Mohammad Rozian (17) tewas ditusuk saat menunggu di Jalan Ciptomangunkusumo Kota Cirebon, Jawa Barat, Jumat (6/9/2019)
Mohammad Rozian (17) tewas ditusuk saat menunggu di Jalan Ciptomangunkusumo Kota Cirebon, Jawa Barat, Jumat (6/9/2019) (YouTube Official iNews)

Dikutip dari TribunCirebon.com, Sabtu (7/9/2019), Kapolres Cirebon Kota, AKBP Roland Ronaldy, mengatakan, jajarannya tengah memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk menemukan identitas pelaku.

“Di situ ada beberapa CCTV, kami periksa semuanya,” ujar Roland Ronaldy saat ditemui di Mapolres Cirebon Kota, Jl Veteran, Kota Cirebon, Sabtu (7/9/2019).

“Kami masih mengejar pelakunya, semoga bisa secepatnya ditangkap,” kata Roland Ronaldy.

Sedangkan dilihat dari uacapan pelaku kepada korban, diduga korban merupakan salah sasaran.

“Kemungkinan salah sasaran, cuman masih dalam penyelidikan,” kata Roland.

Hingga pada Minggu (8/9/2019) dini hari, polisi berhasil menangkap pelaku.

Hal ini juga buah dari upaya patroli oleh polisi.

“Kita mudah-mudahan dengan melakukan ini, kita sudah perintahkan semua, ketika ada yang mencurigakan dengan ciri-ciri khusu, pelaku kita amankan dulu ke kantor untuk kita dalami,” kata Kabag Ops Polres Cirebon Kota, Kompol Purnama.

 

Sosok Korban

Kepala Divisi Humas Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Sanwani menuturkan, Rozian adalah sosok yang berbakti kepada orangtuanya, dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Minggu (8/9/2019).

Diceritakannya, di akhir hidup, Rozian tak ingin menyusahkan sang ibu.

Saat dijemput, korban berpesan kepada sang ibu agar ia yang menghampiri mobil yang akan ditumpanginya.

Sehingga mobil yang membawa sang ibu tak perlu berputar.

Dalam sambutan ibu Rozian, Indira Fitriyani kepada teman pondok anaknya mengatakan Rozian mencintai Pondok Pesantren Husnul Khotimah dan apa-apa yang ada di dalamnya.

Santri yang tewas ditusuk yakni Mohammad Rozian (17), yang saat itu sedang menunggu sang ibu datang dari Kalimantan.
Santri yang tewas ditusuk yakni Mohammad Rozian (17), yang saat itu sedang menunggu sang ibu datang dari Kalimantan. ((Dokumentasi Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kecamatan Jalaksana Kabupaten Kuningan Jawa Barat))

Dirinya bersaksi bahwa anaknya adalah anak yang berbakti kepada orangtua.

Dilanjutkan Sanwani, Rozian telah meninggal dengan husnul khatimah lantaran ia sedang menuntut ilmu.

“Insya Allah mati syahid. Sebab Rasulullah bersabda: barangsiapa keluar dari rumahnya dalam rangka mencari ilmu, maka ia berada di jalan Allah. HR Turmudzi. Ananda MR sedang menuntut ilmu di HK (Husnul Khatimah),” kata Sanwani.

Rozian telah menjadi santri di Ponpes Husnul Khatimah selama enam tahun.

Ia dikenal sebagai pribadi yang beprestasi dan menonjol di bidang seni desain grafis.

Rozian yang sedang duduk di bangku kelas XII IPA, pernah mengikuti Event Ajang Remaja Berprestasi, even tahunan tingkat nasional dengan panitia organisasi santri Husnul Khotimah.

Sanwani menambahkan, tak hanya berprestasi, Rozian adalah santri yang patuh dan selalu berangkat paling awal.

“Sejak dari MTs (Madrasah Tsanawiyah setingkat SMP) di Husnul Khotimah. Anaknya patuh dan nurut banget. Dia selalu berangkat sekolah paling awal,” tambah Sanwani.

Sebelum kejadian, Rozian juga telah meminta sang ibu untuk membelikan oleh-oleh untuk teman pondoknya.

“Subhanallah, walau dalam kondisi duka yang mendalam, ibunda Rozian masih sempat menitipkan permintaan terakhir putranya,” ujar Sanwani.

Oleh-oleh itu adalah hadiah terakhir yang diberikan Rozian untuk teman-temannya.

“Bingkisan (oleh-oleh) untuk dibagikan ke teman-teman kamar Rozian, dan ternyata itu adalah oleh-oleh terakhir dari Rozian buat teman-temannya,” ujar Sanwani.

Ibu serta sejumlah pihak dari keluarga besar Pondok Pesantren Husnul Khotimah mendoakan jenazah almarhum Rozian, santri yang ditusuk hingga meninggal dunia di Kota Cirebon, Jumat malam (7/9/2019).
Ibu serta sejumlah pihak dari keluarga besar Pondok Pesantren Husnul Khotimah mendoakan jenazah almarhum Rozian, santri yang ditusuk hingga meninggal dunia di Kota Cirebon, Jumat malam (7/9/2019). ((Dokumentasi Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kecamatan Jalaksana Kabupaten Kuningan Jawa Barat))

Sanwani berharap kejadian ini dapat menjadi pelajaran penting bagi pemerintah daerah setempat.

Pemerintah dirasa perlu meningkatkan kembali tingkat keamanan dan kenyamanan agar tidak ada lagi korban berikutnya.

“Pelajaran buat pemerintah daerah untuk menjaga keamanan wilayahnya sebab tugas pemerintah daerah adalah menjaga keamanan dan kenyamanan warganya,” kata Sanwani.

tribunnews

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here