Penembakan Teroris di Tanjungbalai, Polisi Sita 7 Kontainer Berisi Bahan Peledak

555

TANJUNGBALAI-Terkait dua jaringan teroris berinisial AN dan RI yang ditembak petugas Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri di Gang Jumpul, Kelurahan Kapias Pulau Buaya, Kecamatan Teluk Nibung Kota Tanjungbalai, disita sejumlah barang bukti.

Salah satunya 7 kontainer berisi bahan peledak. “Barang bukti yang disita ada 7 kontainer berisi bahan peledak. Kedua pelaku terpaksa ditembak karena melakukan perlawanan saat disergap,” kata Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto, Jumat (19/10/2018).

Tak hanya itu, sambung Agus, turut disita juga senpi rakitan, selongsong peluru dan senjata tajam.

“Penangkapan pelaku, masyarakat turut memberi petunjuk kepada petugas tentang keberadaan mereka. Mereka ini jaringan Syaiful yang ditangkap pada beberapa Mei lalu dan keduanya merupakan DPO (daftar pencarian orang),” sebut Kapolda Sumut.

Ia menuturkan, sasaran pelaku adalah anggota dan kantor kepolisian serta tempat ibadah.

Sementara, Kapolres Tanjugbalai AKBP Irfan Rifai menambahkan, dua terduga teroris tersebut merupakan warga Tanjungbalai dan Kabupaten Asahan. Penangkapan keduanya merupakan rangkaian dari penangkapan terduga teroris sebelumnya di Tanjungbalai pada Mei 2018 lalu.

“Mereka masih satu rangkaian dari kejadian pada bulan Mei lalu. Saat itu, ada beberapa Jaringan Ansharut Daulah (JAD) yang ditemukan di Tanjungbalai dan kedua terduga teroris ini diduga terkait,” ujar Irfan.

Hingga kini, polisi masih berjaga di lokasi dan memasang garis polisi untuk penyelidikan lebih lanjut. Sementara warga sekitar yang masih kaget dengan penangkapan terduga teroris itu masih ramai mendatangi lokasi penangkapan. (fir/pojoksumut)

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here