Peneliti LIPI: Hoax Marak Karena Kebanyakan ‘Sharing’ Dibanding Saring

112

Banyaknya penyebaran berita bohong diakibatkan karena malasnya masyarakat terhadap pencarian kebenaran dari isi berita tersebut. sehingga menonjolkan keseringan ‘sharing’ dibanding saring.

Hal itu dikatakan Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Sri Nuryanti dalam sebuah diskusi yang diadakan di Sarinah, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (12/1/2019)

Menurut Sri, di tahun politik tiap pendukung pasangan calon berusaha menjadi juara, sebagian ada yang menggunakan berbagai cara untuk mendapat kepercayaan masyarakat, termasuk dengan menyebar berita bohong untuk mendapatkan simpati.

“Jadi ada kecendrungan untuk sharing lebih cepat daripada saring,” kata Sri.

Untuk meminimalisir hal tersebut, Sri berharap masyarakat Indonesia agar lebih melek berteknologi serta lebih dewasa dalam menyebarkan berita.

“Sayangnya masyarakat yang masih gagap teknologi hanya sekedar sharing aja tahunya. Tidak tahu bahwa itu berita hoax yang kemudian menjadi berita yang sangat tidak produktif bagi kemajuan demokrasi indonesia,” ungkapnya.

Lebih lanjut Sri mengatakan, selain masyarakat, pasangan calon juga harus berkomitmen menghimbau pendukungnya agar tidak menyebar berita bohong.

“Iya. Bisa jadi tidak hanya dari butuh komitmen dari paslon. Tidak hanya butuh komitmen dari timses, tapi masyarakat sendiri (juga),” tutupnya.[] akurat

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here