Penampakan Dampak Erupsi Gunung Semeru Dilihat Via Pantauan Udara

427

Bupati Lumajang Thoriqul Haq bersama Komandan Lanud Abdulrachman Saleh Malang Marsma TNI Zulfahmi memantau kondisi dampak erupsi Gunung Semeru menggunakan helikopter EC-120 Colibri, Minggu (5/12/2021).

Lokasi terdampak erupsi yang teramati, yakni  Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro.

“Saya dan Danlanud Abdurrahman Saleh melihat langsung kondisi bencana dari helikopter, belum dimungkinkan untuk mendarat di lokasi bencana karena asap panas masih terlihat,” kata Bupati Thoriq.

Usai memantau dari udara, Bupati Thoriq memimpin apel pasukan untuk evakuasi. Dijelaskannya agar tim evakuasi supaya memperhatikan keselamatan diri mengingat kondisi medan sulit dan masih terdapat titik-titik lahar panas.

“Pastikan relawan dan tim evakuator menjadi prioritas keselamatan juga,” ujarnya.

Dijadwalkan Bupati Thoriq beserta Danlanud Abdurrahman Saleh akan bertolak menuju Kecamatan Pronojiwo menggunakan helikopter. Sebab akses darat menuju Kecamatan Pronojiwo terputus akibat ambruknya Jembatan Perak atau Gladak Perak.

“Nanti jam 10.00 Pak Danlanud akan kembali membawa helikopter puma yang lebih besar untuk menuju Pronojiwo,” ungkap bupati.

Sementara itu, TNI Angkatan Udara telah mengerahkan 46 prajurit dari Lanud Abdulrachman Saleh untuk membantu penanganan bencana erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah mengatakan TNI AU sudah mengirimkan puluhan prajurit yang terdiri dari unsur paskhas untuk SAR, kesehatan, potdirga, intel, dan penerangan ke lokasi bencana.

“Misi prajurit TNI AU yang dipimpin Kadispotdirga Lanud Abdulrachman Saleh adalah menyerahkan bantuan sembako ke posko utama yang ada di Pendopo Bupati Lumajang dan lanjut mendirikan tenda posko tanggap darurat di desa terdampak Sumber Wuluh, Lumajang,” kata Indan mengutip dari Antara.

Ia menambahkan, beberapa alusista TNI AU juga sudah bergerak ke Lanud Abdulrachman Saleh Malang. Satu pesawat helikopter EC-120 Colibri yang langsung dipimpin Komandan Lanud Abdulrachman Saleh Malang Marsma TNI Zulfahmi. Sementara satu helikopter AS-332 Super Puma bergerak dari Lanud Iswahjudi menuju Lanud Abdulrachman Saleh, Malang.

“TNI AU juga siagakan helikopter di Lanud Atang Sendjaja Bogor dan satu pesawat C-130 Hercules di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta,” katanya.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, di Jakarta, Minggu, mengatakan hingga Minggu pukul 09.20 WIB, letusan Gunung Semeru telah mengakibatkan 13 warga meninggal dunia.
Letusan Puncak Mahameru tersebut juga mengakibatkan puluhan orang terluka dan harus menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.

Menurut data BNPB, tercatat sebanyak 41 orang terluka telah mendapatkan penanganan awal di Puskesmas Penanggal dan kemudian dirujuk ke RSUD Haryoto dan Rumah Sakit Bhayangkara.

Sumber Berita / Artikel Asli : Antara / Suara

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here