Pembocor data Denny Siregar: Maaf Telkomsel bertamu tanpa izin, tapi gak sampai dapur kok

541
Denny Siregar

Perbincangan data pribadi Denny Siregar yang bocor berlanjut pada masalah sejauh mana sih sistem keamanan yang dimiliki provider telekomunikasi. Denny meminta pertanggungjawaban Telkomsel atas bocornya data pribadinya yang disebarkan oleh akun @Opposite6891.

Sang buzzer protes keras dan meminta penjelasan detail dari Telkomsel serta mengadu ke Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Kominfo sih sudah meminta lho ke Telkomsel menelusuri insiden databocor itu, sedangkan provider telekomunikasi milik BUMN itu pun sudah menegaskan mereka patuh pada aturan perlindungan data pribadi serta siap bekerja sama dengan aparat penegak hukum. Dalam pernyataannya, Telkomsel menegaskan perlindungan data pelanggan adalah prioritas perusahaan.

Atas penjelasan dari Telkomsel itu, Denny Siregar masih enggak puas. Dia kembali mengeluh di akun Twitternya.

Investigasi internal

Merespons pernyataan Telkomsel itu, Denny merasa masih belum puas. Dia menyarankan Telkomsel untuk memeriksa internal mereka supaya jelas kenapa insiden data bocor bisa terjadi. Denny merasa penjelasan Telkomsel berbeda dengan kejadian yang ia alami. Telkomsel memprioritaskan perlindungan data pelanggan tapi kok bisa bocor datanya dilakukan oleh orang luar perusahaan.

“Lebih baik mulai gerak dan bongkar-bongkar di internal kalian, karena di sanalah masalahnya berasal. Saya korban dari ‘keamanan’ @Telkomsel,” tulis Denny.

Atas berlarutnya masalah yang ia alami, Deny Siregar sepakat mendorong RUU Perlindungan Data Pribadi harus segera disahkan DPR supaya tidak ada lagi kejadian pelanggan data pribadi.

Data Denny Siregar

Curhatan Denny itu direspons oleh akun yang memublikasikan data pribadi Denny, Opposite6891. Akun ini menuliskan dalam postingan di Twitter dengan bahasa kiasan yang menggambarkan bagaimana sih akun ini bisa mendapatkan data pribadi Denny Siregar.

“Mohon maaf sebelumnya kepada @Telkomsel Krn sdh bertamu tanpa izin. Tp suer, sy gk masuk sampe ke dapur dan bikin kopi,” tulis akun tersebut.

Opposite6891 berpendapat Telkomsel tak perlu melayani permintaan Denny soal bongkar internal perusahaan atas kasus ini. Menurut akun itu, langkah internal bakalan sia-sia saja. Akun ini berdalih sistem keamaman Telkomsel terdapat celah yang memungkinkan orang masuk mengambil data.

“Jadi percuma jg buat investigasi internal. Gk akan ketemu orangnya. Karena console ini bisa masuk ke semua provider. Perbaiki saja layer security-nya,” tulis akun yang dikenal dengan suara oposisi itu.

Kominfo bersuara

informasi virus corona

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate meminta penyelenggara jaringan bergerak seluler untuk melakukan investigasi internal berkaitan dengan adanya indikasi kebocoran data pelanggan.

“Kementerian Kominfo telah meminta kepada penyelenggara jaringan bergerak seluler terkait, untuk melakukan investigasi internal dan menelusuri apakah telah terjadi pencurian atau kebocoran data pelanggan telekomunikasi seluler. Diharapkan hasil investigasi ini dapat segera disampaikan,” ujarnya di Jakarta, Senin lalu.

Menurut Menteri Johnny, dalam pelaksanaan registrasi pelanggan jasa telekomunikasi yang telah diatur dalam Permenkominfo Nomor 12 Tahun 2016 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi. Penyelenggara jaringan bergerak seluler selaku badan usaha wajib tunduk pada peraturan perundang-undangan.

Menteri Kominfo menegaskan sesuai dengan ketentuan Pasal 17 ayat (3) dan ayat (5) Peraturan Menteri Kominfo 12/2016, penyelenggara jaringan bergerak seluler wajib merahasiakan data dan/atau identitas pelanggan serta wajib memiliki sertifikasi paling rendah ISO 27001 untuk keamanan informasi dalam mengelola data pelanggan.

Berdasarkan pantauan Kementerian Kominfo, penyelenggara jaringan bergerak seluler telah memiliki sertfikasi ISO 27001. Sertfikasi manajemen keamanan informasi itu mensyaratkan adanya implementasi kontrol keamanan spesifik untuk melindungi aset informasi dan seluruh gangguan keamanan, termasuk potensi kebocoran data.

Sumber Berita / Artikel Asli : Hops

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...