Peluncuran Buku Putih TP3 Laskar FPI Diganggu Tayangan Video P*rno

350

Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) meluncurkan Buku Putih terkait penembakan 6 anggota Laskar FPI di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek. Acara yang digelar daring tersebut sempat diganggu dengan tayangan video p*rno.

Video p*rno itu ditayangkan salah satu peserta diskusi daring. Akibat munculnya video tersebut, acara peluncuran sempat terhenti sejenak.

Momen itu terjadi tak lama setelah pembawa acara, Taufik Hidayat, membuka acara. Gangguan diawali dengan munculnya suara seorang perempuan yang mengerang.

Saat itu, para peserta diskusi termasuk Taufik mulai menyadari adanya gangguan acara. Taufik meminta semua peserta untuk mematikan suara.

“Tolong ini yang lain di-mute dulu ya. Mohon kesediaan kepada seluruh peserta untuk secara sukarela mematikan miknya karena khawatir akan mengganggu peluncuran buku putih TP3 ini,” kata Taufik, Rabu (7/7/2021).

Setelah itu, suara wanita mengerang terdengar semakin kencang. Selain itu, muncul juga tayangan video p*rno di salah satu tampilan peserta diskusi.

Namun tidak diketahui identitas peserta diskusi tersebut. Acara diskusi pun terjeda beberapa saat.

Acara kembali dimulai setelah Taufik berhasil memegang kendali forum. Dia lalu mematikan suara dari para peserta diskusi.

“Tadi ada beberapa hal yang tidak senonoh, yang tidak pantas, ada yang mengganggu. Sekali lagi, ini memang karena ada beberapa hal teknis yang di luar kendali kami. Memang koordinasi pada saat pandemi ini ada beberapa teman kita yang sakit yang seharusnya diamanahkan mengurus ini, mohon maaf terjadi hal seperti ini, saya juga mendadak ini,” urai Taufik.

Dalam acara peluncuran buku putih TP3 ini, hadir sejumlah tokoh di antaranya Amien Rais, Abdullah Hehamahua, hingga Haikal Hasan.

Pada pembukaan, Amien Rais mengatakan, TNI dan Polri tidak terlibat dalam kasus tersebut.

Amien menjelaskan, yang disajikan dalam buku putih TP3 adalah fakta-fakta objektif. Sebagian besar berdasarkan data dari sumber primer. Di antaranya hasil wawancara dengan saksi yang berani bersuara, wawancara dengan keluarga korban dan fakta-fakta dari video dan sebagainya.

“Setelah membaca dengan baik buku putih ini, secara kelembagaan ini penting, Polri dan TNI sama sekali tidak terlibat dalam skenario maupun implementasi dari pelanggaran HAM berat itu, alhamdulillah kira bersyukur ya,” kata Amien Rais.

“Jadi teman-teman TNI dari tiga angkatan dan teman-teman Polri, Anda memang tidak terlibat baik skenario apalagi pelaksanaan. Jadi kita bangga alhamdulillah tulang punggung keamanan bangsa namanya Polri dan tulang punggung pertahanan namanya TNI itu tidak terlibat sama sekali,” sambungnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : Detik

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here