Pelaku Hoax Surat Suara yang Baru Ditangkap Ternyata Pendukung Prabowo-Sandi, Suka Nyebar Hoax, Ini Buktinya

471

JAKARTA – Pelaku kelima hoax 7 kontainer surat suara tercoblos yang baru ditangkap ternyata pendukung Prabowo-Sandi. Ia juga diketahui kerap menyebar berita hoax.

Pelaku berinisial MIK (38) itu diamankan di kediamannya di Cilegon, Banten, pada 6 Januari 2019 sekitar pukul 22.30 WIB oleh Subdit Cyber Crime Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Argo Yuwono menyatakan, hal itu diakui sendiri oleh pelaku dalam pemeriksaan penyidik.

“Ya sesuai dengan keterangan, dia sebagai tim pendukung,” beber Argo di Mapolda Metro Jaya, Jumat (11/1/2019).

Selain itu, pelaku juga sengaja bertujuan ingin merusak kredibilitas pasangan Jokowi-Ma’ruf di mata publik.

Hoax 7 kontainer surat suara itu sendiri, disebarkan pelaku untuk mengesankan bahwa pasangan nomor urut 01 itu telah berbuat curang.

“Dibuat sendiri oleh yang bersangkutan dengan maksud memberitahukan kepada para pendukung paslon 02 tentang informasi tersebut,” tutur Argo.

Kendati demikian, lanjut Argo, MIK mengaku tak mengenal sang pembuat hoax 7 kontainer surat suara tercoblos, Bagus Bawana Putra.

“Katanya (si pelaku) dia gak kenal (dengan Bagus),” kata mantan Kabid Humas Polda Jatim itu.

MIK sendiri, beber Argo, kesehariannya sebagai guru di sebuah sekolah di Cilegon, Banten.

“Pelaku profesi seorang guru,” katanya.

Pelaku diamankan di kediamannya di Cilegon pada 6 Januari sekitar pukul 22.30 WIB usai menulis diakun Twitter nya @chiecilihie80.

Dalam cuitan twitternya itu, pelaku juga menautkan akun twitter Koordinator Jubir BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, @dahnilanzar.

“Harap ditindaklanjuti, informasi berikut: di Tanjung Priok ada 7 kontainer berisi 80 juta surat suara yang sudah di coblos. Hayo Padi merapat pasti dari Tionglok tuh,” tulis pelaku.

Selain itu, pelaku juga menyisipkan capture yang bertulisan ‘Viralkan Info dari sumber yang dipercaya, posisi paslon nomor 1 unggul hanya tinggal di 4 propinsi Jateng, NTT, Bali dan Papua’

Atas perbuatanya, Atas perbuatannya, MIK menjeratnya dengan Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45A ayat 2 Undang-undang RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Elektronik.

Dengan jeratan tersebut, MIK terancam pidana penjara paling lama 6 tahun dan atau denda paling banyak Rp1 miliar.

Dan atau Pasal 14 dan Pasal 15 Undang-undang RI nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan Hukum Pidana, dengan pidana penjara paling singkat 2 tahun dan paling lama 10 tahun.

Sebelumnya Mabes Polri telah menangkap penyebar hoaks lewat rekaman tentang tujuh kontainter surat suara telah tercoblos.

Pelaku bernama Bagus Bawana Putra disebut sebagai Ketua Umum Dewan Koalisi Relawan Nasional (Kornas) Prabowo Presiden.

Pelaku berhasil dibekuk petugas di daerah Sragen, Jawa Tengah pada Senin (7/1/2019) lalu.

“Tersangka yang tinggal di Bekasi. Kami temukan tanggal 7 Januari di Sragen, Jawa Tengah,” terang Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Albertus Rachmad Wibowo.

Rachmad menambahkan Bagus Bawana Putra (BBP) disebut membuat dan menyebarkan rekaman ke sejumlah platform media sosial seperti Twitter dan aplikasi WhatsApp Group (WAG).

BBP lalu berusaha menghilangkan dengan membuang seluruh barang bukti seperti ponsel dan kartu SIM, termasuk menutup akun pasca berita hoaks tersebut viral di media sosial.

Tak hanya menghilangkan barang bukti, ia juga kabur meninggalkan kediamannya di Bekasi, Jawa Barat.

(fir/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...