Pedas Dewan Kritik Anies: Banjir Berkali-kali Namanya Keterlaluan

676
Anggota Komisi D DPRD DKI Yuke Yurike

Jakarta– Anggota Komisi D DPRD DKI Yuke Yurike mengkritik pedas Gubernur DKI Anies Baswedan soal pencegahan dan penanganan banjir Jakarta. Yuke mencatat banjir setidaknya terjadi empat kali terjadi dalam dua bulan terakhir.

“Kalau banjir sekali itu musibah ya, tapi kalau berkali-kali itu keterlaluan,” kata Yuke kepada CNNIndonesia.com, Senin (24/2).

Berdasarkan pemantauan di lapangan, kata dia, banyak kali-kali kecil yang tidak terkeruk oleh pemerintah. Kebanyakan kali tersebut tidak bisa dimasuki alat berat, terutama di kawasan kali kecil di Jakarta Selatan.

“Kita sudah sampaikan tolong jangan diabaikan kali-kali kecil dan alat yang tidak bisa masuk, bukan berarti pembiaran. Di setiap titik, tiap jengkal harusnya Pemprov DKI hadir untuk itu dan mencarikan solusi [agar tidak] membahayakan warganya,” jelas dia.

Yuke menambahkan bahwa Anies juga perlu memperhatikan dinding-dinging turap yang mulai hancur akibat banjir. Satu di antaranya ialah di kawasan Manggarai.

Ia meminta Anies dan pemerintah pusat tidak saling menyalahkan terkait banjir ini, justru seharusnya bisa bekerja sama.

“Saluran drainase dan sebagainya, turap, kali apa yang menjadi irisan pemerintah pusat dan daerah harus segera dituntaskan termasuk daerah sekitarnya,” jelas dia.

“Kalau memang misalnya ada urusan kali itu BBWSCC (Balai Besar Wilayah Ciliwung Cisadane), kalau bisa duduk bareng. Jangan cuek-cuek aja,” lanjut Yuke.

Terakhir, Yuke juga mengomentari terkait anggaran banjir yang dieksekusi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Yuke mengingatkan agar DKI menganggarkan antisipasi dan penanganan banjir lebih besar dari tahun Anggaran tahun 2020.

“Penganggaran fokus wajib terkait macet dan banjir lalu kita minta semua Dinas berhitung tepat jangan harusnya ada itu anggaran dikurangi hanya untuk hal-hal yang sifatnya ‘beuatifikasi’. Ini baru banjir belum yang lain,” jelas dia.

 

Dua bulan terakhir ini, setidaknya banjir sudah empat kali terjadi. Kebanyakan daerah yang terendam air beberapa waktu terakhir ialah di kawasan Kelapa Gading, Cempaka Putih hingga Pulo Gadung.

Diketahui kebijakan Anies yang paling populer dalam menangani banjir ialah naturalisasi dan penyiapan daerah resapan. Untuk tahun 2020, DKI menyiapkan dana sebesar Rp600 miliar yang mencakup pembebasan lahan naturalisasi dan pembangunan waduk di Jakarta. , CNN Indonesia 

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...