PDIP: Pernyataan Grace Natalie PSI Ngawur

1414

Jakarta – Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDIP Hendrawan Supratikno menjawab sindiran Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie dalam acara Festival 11 di Medan, Senin, 11 Maret 2019. Di acara itu Grace menyinggung banyak partai yang mengaku nasionalis namun justru mendukung peraturan daerah (Perda) syariah yang diskriminatif.

Grace juga mempertanyakan sikap PDIP yang terlibat aktif dalam pengesahan 443 Perda Syariah di Indonesia. “Pernyataan itu ngawur. Soal Perda Syariah, kami selalu bergulat menegakkan nilai-nilai ke-indonesiaan dan nilai Pancasila. Hanya saja, kami sering kalah kalau keputusan diambil dengan voting,” ujar Hendrawan saat dihubungi Tempo pada Selasa, 12 Maret 2019.

Menurut Hendrawan, pernyataan Grace semata-mata karena sedang membangun persepsi sebagai partai yang paling pancasilais dan nasionalis. Hendrawan menilai, PSI tengah berupaya menarik basis pemilih PDIP yang moderat agar bisa lolos ambang batas parlemen.

“Segmen PDIP yang gemuk berusaha ditangguk. Namun, mereka masih dipersepsi sebagai partai elitis, nasionalis gedongan dan anak-anak muda dengan urban life-style dan segala atributnya,” ujar dia.

Grace menyindir PDIP di hadapan ribuan kader PSI di acara Festival 11 PSI di Medan, kemarin. Grace menyayangkan sikap PDIP yang terlibat aktif dalam pengesahan 443 Perda Syariah di Indonesia. Grace mengatakan pernyataannya ini merujuk pada hasil penelitian yang ditulis Michael Buehler, Guru Besar Ilmu Politik Nothern Illinois University.

“Bagaimana mungkin disebut partai nasionalis, kalau diam-diam menjadi pendukung terbesar Perda Syariah?” ujar Grace. tempo

Comments

comments

Loading...