PDIP Gak Percaya Masa Iya Sih Sekelas Anies Baswedan Gak Paham Aturan?

530

JAKARTA – Ulah Gubernur DKI JAKARTA Anies Baswedan yang mengacungkan dua jari simbol pasangan Prabowo-Sandi mendapat respon dari banyak pihak, terutama dari PDIP.

Hal lain yang dipermasalahkan juga ucapan Anies yang berharap bisa mengulang kesuksesan di Pilgub DKI lalu ke level nasional, yakni Pilpres 2019 mendatang.

Kelakuan Anies itu disebut tidak tahu diri dan tempat. Pasalnya, ia mengemban jabatan sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Demiikian disampaikan Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Gembong Warsono saat dihubungi wartawan, Selasa (18/12/2018).

Seharunya, kata Gembong, mantan pasangan Sandiaga Uno itu bisa membedakan unsur kampanye atau bukan dalam menyampaikan pernyataan ke publik.

“Pak Anies sebagai pejabat negara tentunya diikat oleh aturan aturan yang membatasi ruang gerak Pak Anies dalam menjalankan kegiatan kegiatan di luar kedinasan, kan begitu,” jelasnya.

Kendati demikian, Gembong memastikan PDIP sama sekali tak membatasi ruang gerak Anies. Akan tetapi, sebagai orang nomor satu di DKI, harus tahu diri bahwa posisinya akan membawa dampak dan pengaruh.

“Artinya Pak Anies bukan tidak boleh menjalankan visi misi politiknya. Tetapi waktu dan tempat sangat berpengaruh karena dia sebagai pejabat negara,” jelasnya.

Karena itu, Gembong menyerahkan polemik pernyataan Anies kepada regulasi pemilu yang mengatur.

“Kalau PDIP menilai kita kembalikan pada Undang-Undang Pemilu saja,” imbuhnya.

Diberitakan PojokSatu.id sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuat pernyataan yang terkesan menyerang Presiden Joko Widodo sebagai capres petahana.

Pernyataan tersebut disampaikan mantan anak buah Jokowi itu saat berpidato dalam Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Senin (17/12).

Anies bercerita, di Pilkada DKI lalu, banyak yang menilai dirinya dan Sandiaga Uno tak akan bisa menang dari pasangan Ahok-Djarot yang diusung PDI Perjuangan.

Hal serupa juga dialami Prabowo-Sandi di Pilpres 2019. Hasil survei sejumlah lembaga bahkan masih menempatkan Jokowi-Ma’ruf di atas mereka.

Saat itu, disebut Anies sebagai ajang berkumpul dan mulai membuat gerakan perubahan.

“Pesimisme diempaskan ke kita dan alhamdulillah kerja iklas, kerja tuntas mengantarkan kita ke kemenangan di Jakarta,” kata Anies.

Ia lantas melanjutkan dengan cerita soal satu per satu janji kampanye yang kemudian ditunaikannya. Salah satuanya DP Rp0 dan penghentian proyek reklamasi Teluk Jakarta.

“Yang dulu dianggap tidak mungkin terlaksana, DP Rp0 dikatakan tidak mungkin justru terlaksana hari ini,” beber Anies.

Termasuk menutup lokalisasi prostitusi yang sama sekali tak membutuhkan pengerahan massa.

“Yang dibutuhkan hanya selembar kertas dan tanda tangan,” lanjutnya.

Mantan Mendikbud itu lalu berterima kasih kepada Prabowo karena telah diberi kesempatan untuk menjalankan tugas di DKI.

Menutup pidatonya, Anies pun kemudian mengacungkan dua jari ke atas, dan mengatakan beberapa patah kata penutup.

“Semoga apa yang dimenangkan diDKI dua tahun lalu, bisa berulang dilevel nasional,” harapnya.

(ruh/pojoksatu)

 

 

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...