PDIP Dituding Bajak Kader Demokrat, Jansen Sitindaon: Elit-elit Tim Jokowi seperti Sales MLM

396
Jansen Sitindaon

Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon, memberikan komentar terkait kadernya yang disebut banyak dibajak oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Hal ini diungkapkan Jansen Sitindaon saat menjadi narasumber di acara Kabar Petang, TV One, Jumat (31/8/2018).

Mulanya, Jansen ditanya terkait Hasto Kristiyanto selaku Sekjen PDIP yang menyebutkan jika ada kader Demokrat yang beralih dukungan hingga menjadi tim sukses dari Jokowi dan Maruf.

Jansen pun menjawab apa yang dikatakan Hasto dengan mencatut kader Demokrat tersebut merupakan hal yang tidak pantas dilakukan dalam hubungan berpolitik.

“Jadi secara hubungan etika kepartaian, apa yang dilakukan pak Hasto ini tidak tepat, tidak elok tidak etis, karena sikap Demokrat di Pilpres 2019 ini sudah jelas, kita itu mendukung Prabowo-Sandi, dan mereka di sana pun tahu itu,” ujar Jansen.

Ketua DPP PD ini juga menambahkan para elit-elit tim sukses Jokowi ini seperti sales yang memberikan penawaran-penawaran.

“Kalo istilah saya elit-elit tim Pak Jokowi itu sama seperti sales multi level marketing, jadi memprospek, menarik-narik, mengiming-imingi, menawar-nawari kader partai Demokrat, itu buktinya banyak,” tambahnya.

Jansen pun mengatakan beberapa contoh bukti yang ia kemukakan tersebut.

Satu di antaranya terkait penawaran pada mantan kader Demokrat, Tuan Guru Bajang (TGB) yang membelot dari Demokrat untuk menyatakan dukungan pada Jokowi.

Selain itu, Jansen mengatakan jika untuk menawari para kader Demokrat, PDIP melalui Hasto telah menyiapkan tim khusus.

“Hasto menyatakan di poin paling bawah (berdasarkan artikel yang dibawa Jansen) telah dikomunikasikan oleh tim khusus, ada tim khusus untuk berkomunikasi, artinya apa? tim khusus ini maknanya itu mereka menyusun strategi secara sistematik ingin membajak kader kami,” ujarnya.

“Kami identifikasi ada tiga hal di sini, yang pertama Pak Jokowi dan timnya seperti tidak percaya diri kalo pak Jokowi akan menang kembali di pilpres 2019, yang kedua seperti kata Andi Arief memang PDIP minim kader berkualitas, ketiga inilah bukti PDIP itu gagal total di pilkada serentak kemarin, sehingga gubernur saja mereka tidak punya, tarik-tariklah gubernur kita.” tambahnya.

Sebelumnya pada acara yang sama, Masinton Pasaribu, kader dari PDIP juga angkat bicara terkait tudingan Andi Arief yang mengatakan jika PDIP telah membajak kader Demokrat.

Masinton membantah jika pihaknya ‘membajak’ kader Partai Demokrat sebagaimana yang disebutkan oleh Andi Arief.

Dia mengatakan jika alasan yang dikemukakan Andi Arief tidak mendasar.

Menurutnya, pola kepemimpinan Jokowi yang merangkul semua pihak menjadi faktor utamanya.

“Apakah ini dibajak? Tidak. Pola kepemimpinan yang dibangun oleh Pak Jokowi itu kepemimpinan yang merangkul. Sehingga kemudian orang nyaman dengan kepemimpinan Pak Jokowi,” kata Masinton.

“Jadi kalau dikatakan PDI Perjuangan membajak kader partai lain untuk masuk ke timnya Jokowi, itu sama sekali alasan yang tidak mendasar,” tegas dia.

Bahkan, Masinton menyebut jika Partai Demokrat sebaiknya introspeksi diri.

“Kenapa kok disebut membajak segala macam. Sebenarnya adalah introspeksinya di Partai Demokrat sendiri di internalnya, kenapa kadernya kok bisa bersedia bergabung,” ungkap dia.

Lebih lanjut, Masinton mengatakan, kader Partai Demokrat yang bergabung ke koalisi Jokowi-Maruf Amin tidak mengalami tekanan.

“Bergabung tanpa ada paksaan, tanpa ada tekanan apapun jadi secara sukarela, jadi ini kepemimpinan yang merangkul,” tandas Masinton.

Lihat videonya:

Diberitakan dari Kompas.com, Ketua Majelis Pertimbangan Daerah Partai Demokrat Jawa Barat Deddy Mizwar berharap Partai Demokrat bisa menghargai keputusannya menjadi juru bicara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

“Artinya ini adalah sikap politik yang harus dihargai,” kata Deddy usai mengikuti rapat tim Jokowi-Ma’ruf di rumah cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (1/9/2018).

Deddy menyadari keputusannya menjadi Jubir Jokowi-Ma’ruf berbeda dengan kebijakan Partai Demokrat yang mengusung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

Namun, Deddy mengatakan, ia tetap mengedepankan etika dalam mengambil keputusan politik ini.

Oleh karena itu, Deddy mengaku tetap berkomunikasi secara baik dengan seluruh jajaran dan elite Partai Demokrat.

Ia sudah menjelaskan soal sikap politiknya ke jajaran DPD Demokrat Jawa Barat.

Ia juga akan segera memberikan penjelasan ke DPP Partai Demokrat.

“Insyallah Tanggal 9 (ulang tahun Partai Demokrat) saya diundang di DPP saya akan hadir. Saya akan datang dan menjelaskan sikap politik saya,” kata dia.

Kendati demikian, Deddy belum mau menjawab soal masa depannya di Demokrat, apakah akan tetap bertahan atau keluar dari partai berlambang mercy tersebut. (TribunWow.com/Tiffany Marantika)

.tribunnews.

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.