PAN-PKS Setuju UAS, Gerindra Kukuh AHY Cawapres Prabowo, Oposisi Makin Meruncing

2874

JAKARTA – Sinyal ketidakseragaman koalisi oposisi makin meruncing. Pasalnya, Partai Gerindra mensinyalkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres Prabowo Subianto.

Berbeda, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) justru setuju Ustadz Abdul Somad (UAS) yang mendampingi mantan menantu Presiden Soeharto itu.

Ketua DPP PAN Yandi Susanto menyatakan, pihaknya cenderung bergabung dengan koalisi Prabowo Subianto.

Sedangkan untuk cawapresnya, cenderung memilih UAS sebagai cawapres pendampingnya.

Salah satu alasannya, selain merupakan jalan tengah, juga dianggap tokoh netral dan bukan perwakilan dari partai politik.

Bahkan, saat penjajakan komunikasi antara partai pendukung Prabowo Subianto nama UAS yang paling kuat diantara calon-calon lainnya.

Selain itu, kata Yandri, Prabowo juga tidak mempermasalahkan apabila nantinya pendampingnya di Pilpres 2019 mendatang adalah ustad kondang tersebut.

“Hasil diskusi Pak Prabowo tidak keberatan dengan Abdul Somad,” pungkasnya.

Berbeda dengan PAN dan PKS, Gerindra mensinyalkan cenderung lebih mengarah kepada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono mengatakan, putra sulung Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu kemungkinan bisa mendampingi Prabowo di Pilpres 2019.

Pasalnya, kata Arief, elektabilitas AHY yang paling tinggi dan juga semakin hari AHY menunjukkan kapasitasnya sebagai cawapres.

“Bisa juga AHY, dan AHY ini dari hari ke hari semakin menunjukkan kepiawaiannya,” ujar Arief di Gedung KPU, Jalan Diponegoro, Jakarta, Selasa (7/8/2018).

Menurut Arief, walaupun AHY tidak masuk rekomendasi ijtima ulama, namun tetap tak bisa dipinggirkan.

Karena, bisa saja AHY mengalahkan Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019 mendatang.

“Walaupun dia anak boncel. Tapi anak ini bisa jadi bocah ajaib yang bisa mengalahkan Jokowi,” katanya.

Kalaupun nantinya Prabowo memilih AHY dia menduga tidak akan menjadi masalah dari partai-partai koalisi.

Karena dia menyebut Prabowo akan mengkomunikasikannya dengan para ketua umum partai politik.

Sosok Prabowo militer dan juga AHY juga tidak menjadi penghalang. Pasalnya mereka sudah pensiun dari militer.

Artinya Prabowo-AHY sah-sah saja berpasangan di Pilpres 2019.

“Enggaklah, kan mereka sudah pensiun. Mereka sudah jadi warga sipil,” pungkasnya.

(gwn/JPC/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...