Pakar UI: Saya perkirakan 5 tahun lagi corona belum hilang dari RI

355
Pandu Riono. Foto: Tangkapan Gambar Webinar

Pandemi corona yang mewabah di Indonesia semakin menjadi-jadi. Kini, penambahan kasus baru telah mencapai angka empat ribuan per hari. Itulah mengapa, Pakar Wabah Universitas Indonesia atau UI, Pandu Riono memerkirakan, corona belum akan hilang dalam waktu dekat.

Pada webinar bertajuk ‘Menakar Perilaku Masyarakat dalam Beradaptasi dengan Pandemi Corona’, Pandu menilai, penanganan pemerintah yang lambat membuat segalanya menjadi rumit. Padahal, seharusnya mereka membuat strategi yang lebih terstruktur, seperti testing target hingga pelaksanaan isolasi.

“Saya perkirakan lima tahun lagi pandemi corona juga belum selesai. Jangan berharap tahun ini selesai, jangan harap tahun depan selesai,” ujar Pandu dikutip dari Kumparan, Minggu 20 September 2020.

“Kita harus akui, kalau zaman Soeharto, pelitanya itu bagus, terstruktur, pelita tahun pertama, kedua, ketiga. Dalam pandemi juga (seharusnya) kayak gitu, dalam bulan ini kita mau ngapain, bulan depan kita mau ngapain. Testing aja tidak terencana jadi tidak ada rencana sama sekali,” sambungnya.

Ilustrasi pakai masker. Foto: Istimewa

Itulah sebabnya, Pandu berharap, Presiden Jokowi langsung turun tangan untuk memimpin penanganan corona, bukan hanya sekadar memerintahkan bawahannya. Sebab, kini situasinya sudah teramat genting.

“Jadi harus dari awal itu yang mimpin adalah presiden. Kita jangan lagi nunjuk siapa pun yang dianggap jago atau superman. Jadi kalau perang tadi panglimanya, panglima tertinggi negara kita harus turun tangan, jangan nyuruh-nyuruh terus,” terang Pandu.

Lebih jauh, Pandu menilai, untuk menyelesaikan permasalahan besar dan rumit, diperlukan sosok yang benar-benar kompeten. Sehingga, Presiden Jokowi dituntut bisa menempatkan orang-orang yang tepat untuk memegang satu urusan atau bidang tertentu.

“Kita hadapinya dengan sistem manajemen modern. Kita negara yang sudah di abad 21 masih melakukan manajemen tindak ruam, managemen satu tunjuk bedasarkan kedekatan atau kepercayaan enggak bisa lagi, harus bedasarkan kompetensi,” kata dia.

Pemerintah siapkan vaksin corona

Dalam konferensi virtual di Istana Negara, Bogor, Presiden Jokowi memastikan, ada 20-30 juta vaksin corona yang siap masuk Indonesia. Kabar baiknya lagi, vaksin yang tercipta melalui kerja sama PT Bio Farma dengan perusahaan asal China, Sinovac, itu sudah dalam bentuk produk jadi.

“Alhamdulillah, sudah dapat komitmen 20-30 juta vaksin pada akhir 2020 nanti. Ini dalam bentuk barang jadi,” tegasnya, baru-baru ini, disitat dari Antara.

Presiden Jokowi
Presiden Jokowi di istana Bogor, Jawa Barat. Foto Instagram @jubir_presidenri

Sebelum vaksinasi bisa dilakukan secara masif, besar-besaran, dan efektif, Jokowi meminta masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Salah satu yang utama adalah dengan mengenakan masker.

“Ini kunci sebelum vaksinasi itu dilakukan adalah pemakaian masker. Ini yang paling penting. Tentu saja akan lebih baik lagi kalau pengawasan lapangan itu betul-betul dilakukan,” kata Jokowi.

Sumber Berita / Artikel Asli : Hops

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...