Pakar: Kalau Tidak Komplain ke MK, Apa yang Diputuskan KPU Jadi Sah dan Hasil Pemilu yang Final

250
Refly Harun

Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun turut buka suara terkait ketidakinginan kubu Prabowo-Sandi membawa kasus dugaan kecurangan atau sengketa pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Refly menilai lembaga MK adalah lembaga yang memiliki kewenangan dalam menyelesaikan konflik pemilu. Apabila dugaan kecurangan pemilu tidak dibawa ke MK maka keputusan KPU nantinya menjadi sah dan hasil pemilu menjadi final.

“Kalau tidak ada komplain ke MK, apa yang diputuskan KPU jadi sah dan menjadi hasil pemilu yang final. Tindakan di luar jalur itu tidak akan mengubah apa-apa,” kata Refly melalui akun Twitter dikutip, Jumat (17/5/2019).

“Soalnya bukan percaya atau tidak percaya. Soalnya adalah satu-satunya institusi yang bisa mengoreksi hasil pemilu oleh KPU, ya hanya MK,” tambahnya.

Refly juga menyoroti adanya sebagian partai politik yang tidak percaya terhadap KPU dan MK. Padahal, para pengisi jabatan ini adalah orang-orang yang dipilih partai politik melalui anaggotanya di DPR.

“Hal yang sama berlaku pula untuk lembaga-lembaga lain yang anggotanya dipilih DPR, termasuk KPK. Jangan sampai terus terjadi, kalian memilih kalian pula yang tidak mempercayai,” pungkasnya.

Oleh karenannya, dia menyarankan para politisi yang duduk di Senayan untuk memilih para komisioner KPU, KPK dan hakim konstitusi yang berintegritas. Sehingga dapat dipercaya setiap keputusan dan kebijaknnyan.

“Ketika sebagian parpol dan politisi tidak percaya KPU dan MK, nasehat saya cuma satu. Lain kali kalau memilih anggota KPU atau hakim konstitusi, carilah yang paling kuat integritas dan independensinya. Jangan hanya yang kuat lobi atau karena gampang ditundukkan,” saran dia.

Sebelumnya, Prabowo Subianto menolak hasil penghitungan Pemilu 2019 yang dilakukan KPU, karena ia menilai penghitungan KPU penuh kecurangan.

“Kami masih menaruh harapan kepadamu (KPU). Tapi sikap saya yang jelas saya akan menolak hasil penghitungan pemilu. Hasil penghitungan yang curang. Kami tidak bisa menerima ketidakadilan dan ketidakjujuran,” kata Prabowo dalam simposium ‘Mengungkap Fakta Kecurangan Pemilu 2019′ di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Ia mengaku masih menaruh harapan kepada KPU dan mengimbau KPU agar tidak meneruskan kecurangan yang selama ini dilakukan di Pemilu 2019.

“Kami mengimbau insan-insan di KPU, kau anak-anak Indonesia yang ada di KPU, sekarang nasib masa depan bangsa Indonesia ada di pundakmu,” ujarnya.

“Kau yang harus memutuskan. Kau yang harus memilih menegakkan kebenaran dan keadilan demi bangsa dan rakyat Indonesia atau meneruskan kebohongan dan ketidakadilan, berarti kau mengizinkan penjajahan terhadap rakyat Indonesia,” tutur Prabowo.[] akurat

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here