Pak Dirjen Imigrasi, Alasan Anda Soal Djoko Tjandra Itu Gak Masuk Akal Loh…

265
Djoko Tjandra

 JAKARTA – Aksi DJoko Tjandra yang dengan bebasnya keluar-masuk Indonesia membuat banyak pihak terheran-heran.

Buron kasus cassie (pengalihan hak tagih) Bank Bali itu juga dengan bebasnya membuat e-KTP dan paspor.

Hal ini dinilai, pakar politik dan hukum Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam, menunjukkan ada sistem yang sengaja dilemahkan.

“Saya kira ini bagian dari sistem yang lemah, atau memang sengaja dilemahkan terkhusus orang tertentu, misalnya Djoko Tjandra,” tuturnya kepada RMOL, Rabu (15/7/2020).

Kondisi ini, lanjut Saiful Anam, menjadi tamparan serius. Bukan hanya satu lembaga, tapi juga sejumlah lembaga negara di saat bersamaan.

“Khususnya Kemenkumham, Kemendagri, dan aparat penegak hukum,” ungkap dia.

Hal lain yang disoroti Saiful Anam adalah alasan Dirjen Imigrasi Kemenkumham Jhony Ginting yang tak masuk di akal.

Jhony berdalih, lolosnya Djoko Tjandra itu lantaran petugas yang melayani masih berusia muda.

Sehingga dinilai wajar tidak kenal dengan Djoko Tjandra yang telah buron sejak 2009 lalu.

“Sulit masuk di akal. Publik terheran-heran mengapa peristiwa bisa terjadi,” katanya.

“Anehnya lagi malah yang disalahkan petugas imigrasi yang melayani Djoko Tjandra disebut masih muda, semakin tidak masuk akal,” sambungnya.

Saiful Anam menilai, hal ini makin menguatkan dugaan miring publik selama ini.

“Dan semakin menguatkan dugaan adanya permainan mafia di dalamnya,” jelas Saiful.

Karena, sambung Saiful, jika bukan permainan mafia, maka akan sulit bagi Djoko Tjandra membuat e-KTP.

Sampai dengan mengajukan sendiri permohonan Peninjauan Kembali (PK) ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Kalau bukan mafia, sulit untuk terjadi. Ceritanya seperti film yang penuh dengan khayalan tidak masuk akal,” pungkas Saiful.

Sumber Berita / Artikel Asli : rmol/ruh/pojoksatu

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...