PA 212 Ngotot Reuni, Slamet Ma’arif: Lo Turunin 1 Baliho, Gw Kibarkan 1000 Bendera Habib Rizieq

221

Ketua Umum Persaudaraan Alumni atau PA 212 Ustadz Slamet Ma’arif memaparkan sejumlah alasan untuk tetap alias ngotot menggelar reuni pada 2 Desember 2020. Diantaranya untuk menumbuhkan semangat baru dan mempereat silaturahmi.

Selain itu, menurut Slamet Ma’arif, PA 212 itu merupakan anugerah dari Allah SWT yang diberikan kepada umat Islam Indonesia.

“Dimana Allah menyatukan umat manusia secara rutin setiap tahun, sejak 2016, 2017, 2019. Di tahun 2020 ini memang sudah kita rencanakan, tetapi melihat perkembangan yang ada, maka kami putuskan ditunda,” ujar Slamet Ma’arif di saluran YouTube Refly Harun, Jumat 27 November 2020.

Penundaan acara reuni yang digelar PA 212 karena berbagai alasan lain juga, diantaranya tingkat kenaikan kasus COVID-19 tak kunjung mereda, kemudian pihak penglola Monumen Nasional (Monas) juga tidak mengizinkan.

Ketua Umum PA 212 Slamet Ma'arif.*/
Ketua Umum PA 212 Slamet Ma’arif.*/ Tangkapan layar YouTube Refly Harun

“Alasan PA 212 tetap ingin menggelar di Monas karena adanya peristiwa 212 itu terjadi Monas, Jakarta maka kita (PA 212) tetap ingin di monas terus,” jelasnya.

Sehingga pihaknya tetap bijaksana memutuskan untuk menunda sebagai bentuk taat kepada hukum.

“Ketika pengelola monas tidak memberikan izin atau tidak memenuhi permohonan kita, maka kawan-kawan lain mengusulkan tempat lain, tapi katanya tidak seru, tempat lain tidak ada sejarahnya,” ujarnya.

Maka dari itu, PA 212 tetap akan menggelar reuni 212 di monas namun ditunda, sampai kawasan Monas di buka kembali.

“Kita taat terhadap hukum, kita tidak memaksakan diri, sampai dengan COVID-19 menurun dan PSBB dicabut,” ungkapnya.

Pihaknya menepis soal ditundanya 212 dikarenakan tidak diizinkan oleh TNI, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya.

“Tahapan prosedur izin ke pengelola monas saja belum, ada kabar gubernur tak mengizinkan, siapa yang minta izin?,”

“Kita belum minta izin, orang belum sampai kepolisian kok dan tidak ada urusan sama TNI, itu ranahnya Polda Metro Jaya,” tegasnya.

Menurutnya, acara reuni 212 di tahun 2020 ini penuh dengan tantangan, kalau Monas mengizinkan, kemudian Pemprov DKI Jakart mengizinkan, maka pihaknya akan tetap menggelar meski kepolisian tak mengizinkan.

“Kepolisian tak bisa menolak, kita sudah menyiapkan ratusan ribu masker, jaga jarak, rapih, sediakan sajadah dengan jarak sesuai protokol kesehatan, jika itu terjadi maka akan luar biasa dan jadi sejarah lagi,” ungkapnya.

Meski ditunda secara langsung, pihaknya tetap akan menggelar sejumlah kegiatan reuni 212 di seluruh Indonesia, diantaranya dialog nasional dan pengibaran bendera Habib Rizieq secara serentak pada 2 Desember 2020.

“Surat instruksi kepada kawan-kawan daerah dan seluruh alumni 212, untuk kegiatan tanggal 2 Desember 2020, itu mengibarkan bendera yang ada wajah dan nama Habib Rizieq di rumahnya masing-masing,” tegasnya.

Alasan pengibaran bendera wajah Habib Rizieq dikarenakan ingin menumbuhkan semangat baru dan kecintaan kepada Habib Rizieq.

“Semangatnya gitu, satu baliho lo turunin, 1000 bendera gw kibarin! tapi di rumah masing-masing,” tegasnya.

Namun demikian, pihaknya tetap mempertimbangkan dengan adanya sejumlah pihak yang ingin tetap menggelar reuni 212 jika pemerintah membiarkan kerumunan di Pilkada.

“Kalau pemerintah membiarkan kerumunan Pilkada ditengah pandemi COVID-19 seperti sekarang ini maka kita akan menggelar reuni, karena semangatnya keadilan.”

“Alasan lainnya karena kerinduan kawan-kawan untuk menjalin ukhuwah untuk bertemu, untuk bersatu itu tinggi,” pungkasnya.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...