Nyanyian Politik Ahmad Dhani image_title

272
Ahmad Dhani.

Ahmad Dhani tak pernah sepi kontroversi, sejak jadi musisi bahkan kini politisi. Belakangan, Dhani kerap menghiasi berita-berita utama, bukan karena karier musiknya, melainkan status tersangka yang tersemat untuknya.

Setelah terlibat kasus dugaan penghinaan presiden saat orasi pada November 2016 dan ditetapkan sebagai tersangka di Bulan Desember tahun yang sama, Ahmad Dhani kembali dijerat hukum karena dugaan ujaran kebencian terkait cuit Twitter soal penista agama pada Maret 2017. Dhani menjadi tersangka pada November 2017 dan sidangnya masih terus bergulir hingga saat ini.

Belum tuntas masalah tersebut, Ahmad Dhani lagi-lagi jadi tersangka atas kasus pencemaran nama baik, gara-gara kata ‘idiot’ yang diucapkannya dalam vlog viral dan kontroversial pada Agustus 2018 lalu. Kata-kata Dhani dianggap menyinggung salah satu unsur massa pengunjuk rasa yang menolak deklarasi #2019GantiPredisen di Surabaya di mana mantan suami Maia Estianty itu hadir.

Dhani pun kerap harus meladeni komentar miring publik soal isu bangkrut dan absennya dari panggung musik. Pentolan Dewa 19 ini akhirnya angkat bicara. Dia membenarkan, fokus ke dunia politik membuatnya tak lagi bisa fokus ke industri musik yang membesarkan namanya itu.

Ahmad Dhani dan musiknya

Ahmad Dhani saat latihan reuni Dewa 19

Sebagai musisi, Dhani adalah sosok kreatif yang karyanya selalu jadi megahit. Di tangan Dhani, lagu-lagu populer Indonesia lahir. Pria kelahiran Surabaya, 26 Mei 1972 ini juga merupakan produser musik andal yang membesut penyanyi dan grup musik besar Tanah Air. Sebut saja ada Dewa 19, The Rock, T.R.I.A.D, MahaDewa, The Virgin, Lucky Laki, dan lain sebagainya.

Lagu-lagu yang dibawakan Dewa 19, misalnya, seolah tak pernah usang dimakan zaman. Album Dewa 19 tercatat sebagai album terlaris pada 1993, di tahun debutnya. Kangen, Kita Tidak Sedang Bercinta Lagi adalah beberapa lagu yang begitu sukses dari album pertama mereka.

Berbagai penghargaan di bidang musik kerap diboyong pria yang kini berkepala plontos itu. Beberapa di antaranya adalah Pendatang Baru Terbaik BASF Awards 1992 lewat album Dewa 19, Album Rock Terlaris BASF Awards 1996, Penjualan 1,5 juta kopi album Bintang Lima, Lagu Terbaik di Anugerah Musik Indonesia pada tahun 1996, Penata Musik Terbaik AMI Sharp Awards 2001, dan sebagainya.

Meski sebagai musisi, Dhani sudah sering menuai kontroversi. Beberapa kasus panasnya antara lain ketika logo baru Dewa berbentuk bintang enam disebut serupa dengan lafaz Allah, diprotes Front Pembela Islam (FPI) kala itu. Ada juga kasus pelaporan Roy Suryo karena Dhani diduga menghina bendera Merah Putih di video klip Dewa 19.

Dhani bahkan kerap juga jadi pemberitaan karena urusan kehidupan pribadinya. Biduk rumah tangga dengan Maia Estianty yang sudah dinikahinya sejak 1994 kandas di tahun 2008. Dhani menyebut Maia terlalu sibuk dan menelantarkan ketiga anak mereka, Al, El, dan Dul.

Usai bercerai, Dhani kerap melontarkan pernyataan yang tak kalah bikin ramai, seperti mengaku sudah menikahi empat orang istri dan mendukung poligami. Lagu Dhani yang berjudul Madu Tiga juga sempat diprotes, karena dinilai provokatif dengan menceritakan enaknya berpoligami. Dhani kini diketahui sebagai suami dari Mulan Jameela.

Ahmad Dhani dan dunia politiknya

Ahmad Dhani

Keterlibatan Ahmad Dhani di dunia politik sebenarnya sudah terlihat sejak dia mendukung Prabowo Subianto di Pemilu Presiden pada tahun 2014 lalu. Dhani kemudian sempat dikabarkan akan dicalonkan sebagai Wali Kota Surabaya dari Partai Gerindra pada tahun 2015 namun gagal.

Pada tahun 2017, Dhani maju sebagai Calon Wakil Bupati Bekasi bersama Sa’aduddin yang berasal dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Langkahnya terhenti, karena kalah dari pasangan petahana Neneng Hasanah Yasin-Eka Supria Atmaja. Dhani pun kembali maju ke panggung politik 2019, kali ini sebagai Caleg dari Partai Gerindra di dapil Jawa Timur I. Tak sendiri, sang istri, Mulan Jameela juga maju sebagai caleg dari Gerindra dari dapil XI Jawa Barat.

Serius menekuni dunia politik pun membuat karier musik Dhani perlahan meredup. Namun pemilik Republik Cinta Management ini tak khawatir, dia bahkan menyebut itu adalah sebuah konsekuensi yang biasa. Dia bahkan mengakui jika banyak sponsor yang batal memakai jasa Dewa 19.

“Nah itu kan konsekuensi ketika artis masuk ke politik memang seperti itu konsekuensinya, misalnya ada pernah perusahaan roti mau sponsorin Dewa 19, ada Ahmad Dhani-nya, kan dia enggak enak sama Jokowi, sponsorin musuhnya Jokowi nih, gitu. Ada kayak gitunya ada banyak sebenarnya, sponsor-sponsor mundur karena ada Ahmad Dhani sebetulnya,” ujarnya saat berada di kawasan Jakarta Selatan, 8 Oktober 2018.

Menurut Dhani, wajar jika dia mengurangi aktivitasnya di industri musik, sebab terjun di politik memang harus serius. Dia tak ingin, kesibukannya sebagai musisi malah mengurangi elektabilitasnya sebagai politisi.

“Kalau masih terus manggung-manggung nanti dianggap enggak serius sehingga itu mengurangi elektabilitas, jadi kalau musisi, pemain band, mau elektabilitasnya tinggi dia harus meninggalkan pekerjaan lamanya. Nah ini kan netizen enggak ngerti, cebong-cebong ini ya kan, giliran kita mengurangi aktivitas (manggung) dianggap enggak laku kan tolol,” serunya masih dalam kesempatan yang sama.

Baru-baru ini, Dhani bahkan dengan tegas menyebut jika dia bukan musisi lagi. Lebih lanjut ayah Al, El, Dul ini menjelaskan, maksud dari pernyataannya itu adalah dia tidak lagi membuat album baru.

“Kalau masuk industri musik kembali itu enggak, kalau bermain musik itu hobi. Kalau undangan Dewa 19 itu beda lagi, tapi kalau buat album (musik) lagi enggak. Orang enggak bikin album saja laris, ngapain bikin album lagi,” serunya di hadapan wartawan di Bareskrim Polri, Jumat, 19 Oktober 2019.

Karenanya, Ahmad Dhani masih tampil bersama kawan-kawannya di Dewa 19 saat acara penutupan Synchronize Festival 2018 pada 8 Oktober silam. Menyindir komentar orang yang menyebutnya tak lagi laku di dunia musik, Dhani mengatakan Dewa 19 terlalu mahal untuk dihadirkan.

“Dewa 19 itu band paling mahal. Tanya saja sama EO-nya (event organizer). Kalau murah pasti manggung di mana-mana, Dewa 19 itu jarang manggung, karena mahalnya. Once saja sendiri Rp150 juta, Ari Lasso di bawahnya Once sedikit. Itu kemarin bayarannya sendiri-sendiri, Dewa sendiri, Ari Lasso sendiri, Once sendiri,” tutur pria yang akrab juga disapa Pakde ini.

Dicekal

Berpolitik tak hanya mengendurkan aksi panggungnya, konsekuensi lain akibat celotehannya yang tajam membuat ayah lima anak ini berstatus tersangka. Pengumuman tersangka disampaikan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim, Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera, di Markas Polda Jatim, Surabaya, pada Kamis, 18 Oktober 2018.

“Yang bersangkutan, saudara AD (Ahmad Dhani) kami tetapkan sebagai tersangka atas laporan pencemaran nama baik karena ujaran I (idiot),” kata  Frans.

Tidak sampai seminggu, persisnya tiga hari setelah penetapan tersangka, Dhani dicegah ke luar negeri selama enam bulan. Surat permohanan pencegahan dikirimkan oleh Polda Jawa Timur sebagai lembaga yang menyidik kasus Ahmad Dhani.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo mengatakan, pencegahan Dhani keluar negeri dilakukan untuk mempercepat proses penyidikan.

Dhani sendiri sudah dua kali kena cekal, pertama dilakukan atas perintah Kejaksaan Agung. Atas pencekalan itu, Dhani yang seyogyanya akan tur ke Yerusalem pada Desember mendatang merasa dirugikan secara materi.

Dia juga merasa pencekalannya berlebihan. Karena saat ini ia maju sebagai calon legislatif dan tak akan melarikan diri sehingga menghambat penyidikan seperti yang dikhawatirkan penyidik. (umi) viva

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here