Ngeri! Kota Depok masuk ke daerah paling bahaya di Indonesia dengan kasus aktif Covid-19 tertinggi

482
Gerbang selamat datang di Kota Depok. Foto: Ist

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, mengungkap Kota Depok memiliki kasus aktif virus corona tertinggi. Dengan demikian kota ini menjadi daerah paling bahaya di Indonesia.

“Secara nasional, lima besar kabupaten/kota yang memiliki kasus aktif tertinggi adalah Kota Depok dengan jumlah 27.389 kasus aktif, Kota Bekasi dengan jumlah 22.674 kasus aktif, Kota Bandung 15.151 kasus aktif, Kabupaten Bantul 14,760 kasus aktif, dan Tangerang Selatan 11.180 kasus aktif,” kata Prof Wiku seperti disimak Hops.id di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (10/8/2021).

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito saat memaparkan perkembangan kasus aktif virus corona di kanal YouTube Sekretariat Presiden. Foto: Kanal YouTube Sekretariat Presiden
Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito saat memaparkan perkembangan kasus aktif virus corona di kanal YouTube Sekretariat Presiden. Foto: Kanal YouTube Sekretariat Presiden

Selain Jawa Barat yang punya kasus aktif terbanyak, sejumlah provinsi lainnya yang ada di Pulau Jawa menurut Prof Wiku juga masih mencatat adanya kasus aktif yang cukup tinggi.

“Jawa Barat jadi penyumbang kabupaten/kota terbanyak yang memiliki kasus aktif tertinggi yaitu 11 kabupaten/kota, disusul Banten dan Jawa Tengah masing-masing 6 kabupaten/kota dan DIY 5 kabupaten/kota,” tutur Wiku.

Per Kamis (5/8/2021), terdapat penambahan sebanyak 35.764 kasus konfirmasi. Sementara kasus aktif bertambah 5.701 kasus. Kini total kasus aktif nasional mencapai 518.310 kasus.

Sementara itu secara nasional, kasus aktif corona sedikit mengalami penurunan. Apalagi kalau dibandingkan dengan bulan Juni lalu.

Data perkembangan kasus aktif virus corona di kanal YouTube Sekretariat Presiden. Foto: Kanal YouTube Sekretariat Presiden
Data perkembangan kasus aktif virus corona di kanal YouTube Sekretariat Presiden. Foto: Kanal YouTube Sekretariat Presiden

“Kabar baiknya di tingkat nasional per 1 Agustus pertama kali kasus aktif mingguan mengalami penurunan setelah lonjakan kasus akhir Juni lalu. Kasus aktif pada 25 Juli lalu sejumlah 573.903 kasus turun jadi 535.135 kasus pada 1 Agustus,” ujar Prof Wiku.

Ada gap data

Lantas, apa kata Pemerintah Kota Depok terkati hal ini? Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok Dadang Wihana mengatakan, data kasus aktif Depok yang dilaporkan Satgas Covid-19 Nasional mengalami selisih atau gap dengan data di Kota Depok.

Saat ini, kasus aktif di Depok sebanyak 9.518 sedangkan di tingkat Nasional mencatat ada 26.932 kasus.

“Data yang dirilis Jubir Satgas Covid-19 di tingkat Nasional kemarin belum mencerminkan data di Kota Depok. Terdapat selisih 17.413 orang dari data kami, sehingga terlihat Kota Depok memiliki kasus aktif yang tinggi,” tutur Dadang.

Terkait perbedaan data tersebut, Dadang mengaku sudah pernah menyampaikan kepada Satgas Covid-19 Nasional. Namun, hingga kini permasalahan perbedaan data tersebut masih sering terjadi, terutama di kota yang memiliki julukan kota belimbing ini.

“Kondisi ini sudah sering disampaikan ke Satgas Nasional sejak tahun 2020, tapi masih terjadi perbedaan yang semakin tinggi,” ujar Dadang.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok ini mengaku tetap berupaya untuk meningkatkan pemutakhiran dan kualitas data di daerah. Hal tersebut dilakukan agar data yang didapat segera terlapor ke pusat.

“Akan terus dilakukan pemutakhiran data. Jangan sampai ada kasus tidak terlapor,” pungkas Dadang

Sumber Berita / Artikel Asli : HOPS

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here