Netizen Ramai Bahas Aksi Bela Tauhid Jilid II

195
Aksi Bela Tauhid

Ribuan orang dari sejumlah elemen masyarakat akan turun ke jalan untuk menggelar aksi bela tauhid, Jumat hari ini, 2 November 2018. Tujuan aksi ini agar pelaku pembakaran bendera berlafaz tauhid diproses secara adil.

Koordinator Bela Islam, Novel Hasan Bamukmin mengatakan pihaknya lewat aksi bela tauhid jilid II ingin menyuarakan agar pelaku pembakaran diproses adil dengan diherat pasal penistaan agama. Aksi ini direncanakan usai salat Jumat di Masjid Istiqlal dan langsung menuju area dekat Istana Negara.

“Kami turun aksi lagi bela tauhid agar semua yang terlibat pembakaran bendera tauhid bukan memakai pasal 174 KUHP, tapi sudah jelas harus dikenakan pasal 156a KUHP,” kata Novel kepada wartawan, Kamis malam, 1 November 2018.

Novel menekankan dengan polisi menjerat pasal 174 KUHP maka menjadi bias. Sebab, klausul pasal 174 yaitu disangka membuat gaduh dengan ancaman penjara tiga pekan atau denda sebanyak Rp900. Kata dia, oknum anggota ormas Banser yang membakar bendera berlafaz tauhid mesti dijerat pasal 156a dengan ancaman selama-lamanya 5 tahun penjara.

“Ini berkenaan dengan permasalahan hukum yang tak adil. Sudah jelas harusnnya dikenakan pasal 156a karena jelas yang dibakar bendera tauhid,” jelas advokat yang juga Juru Bicara Persaudaraan Alumni 212 itu.

Selain itu, ia menambahkan tujuan lain aksi bela tauhid jilid II ini mendesak Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) agar netral. Pihak PBNU serta induk banser, GP Ansor dinilai harus minta maaf dan mengakui bendera yang dibakar adalah bendera tauhid. eveline

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.