Nasib Eks Dirut Garuda Bisa Jadi Tambah Mengenaskan, KPK Ikut Turun Tangan

392
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang

JAKARTA – Nasib eks Dirut PT Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara bisa jadi makin mengenaskan.

Setelah dipecat dan terancam pidana, kini giliran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang ikut turun tangan.

Hal itu terkait kasus penyelundupan motor Harley Davidson yang diidamkan Ari Askhara sejak 2018 lalu itu.

Menindaklanjuti kasus tersebut, KPK bakal menggelar pertemuan dengan Bea dan Cukai, Otoritas Bandara dan pihak terkait lainnya.

Tindak lanjut itu merupakan undangan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI.

Demikian disampaikan Wakil Ketua KPK Suat Situmorang kepada wartawan di sela Anticorruption Film Festival (ACCFest) di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (8/12/2019).

“Saya sudah beberapa kali ke bandara, tanggal 12 (Desember) saya akan bicara dengan semua stakeholder di bandara,” ungkapnya.

Saut menyatakan, pihaknya tak akan menangani perkara yang menjadi kewenangan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di lingkungan Bea dan Cukai.

Saat ini, lembaga antirasuah itu tengah fokus memperkuat kerjasama pencegahan korupsi.

Kendati demikian, Saut enggan membeberkan detil penyidikan baru yang dilakukan KPK terkait kasus dimaksud.

“Kalau pun ada penyelidikan saya enggak akan ngomong, sampai ada penyidikan baru saya ngomong,” tegasnya.

Mantan staf ahli Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu juga enggan membuka detil adanya kemungkinan penanganan kasus lainnya.

Seperti isu korupsi dan gratifikasi di perusahaan plat merah itu.

“Apakah itu ada pelanggaran nanti, apakah ada isu korupsi di sana, apakah itu gratifikasi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir bergerak cepat menyelamatkan Garuda Indonesia.

Usai memecat I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara, Erick langsung menunjuk pelaksana tugas.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia Fuad Rizal ditunjuk Erick sebagai pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama Garuda Indonesia.

Adapun hal pertama yang akan dilakukan Fuad Rizal sebagai pengganti Ari Askhara adalah melakukan konsolidasi di internal perusahaan.

“Kita lihat dulu lah, ini kan baru, saya juga mesti konsolidasi internal dulu,” ujarnya, Minggu (8/12).

Sementara mengenai tugas khusus yang akan dilakukan, Rizal mengaku tidak akan tugas berat yang dilakukan.

Dia hanya akan menjalankan operasional perusahaan sampai Rapat Umum Pemilik Saham Luar Biasa (RUPSLB) digelar.

“Saya urus operasinalnya aja sampai RUPSLB berjalan, nanti tergantung di RUPSLB nanti terus atau nggak kan nggak tahu,” jelasnya.

Saat ditanya kapan RUPSLB Garuda Indonesia akan digelar, Rizal mengaku belum mendapatkan informasi jadwal pelaksanaan.

“Belum tahu, nanti saya sampai sampaikan lagi,” beber Rizal.

(ruh/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...