Najwa Shihab Terdiam Dengar Lukas Enembe Bongkar Fakta Mencengangkan Proyek Trans Papua

1866

Era kepemimpinan Joko Widodo atau Jokowi selama menjabat sebagai Presiden tahun 2014-2019 jadi sorotan Gubernur Papua, Lukas Enembe.

Apalagi, beberapa hari ini terjadi kerusuhan terjadi di wilayah Papua seperti di kawasan Timika, Manokwari dan Sorong.

Meski kini kerusuhan itu sudah dapat diatasi berkat adanya peran berbagai pihak.

Lenis Kogoya, Stafsus Presiden Kelompok Kerja Papua mengatakan Jokowi sudah mencoba memberikan yang terbaik kepada Papua, salah satunya melalui pembangunan, seperti jalan Trans Papua.

Jalan Trans-Papua adalah jalan nasional yang menghubungkan Provinsi Papua Barat dan Provinsi Papua, membentang dari Kota Sorong di Provinsi Papua Barat hingga Merauke di Provinsi Papua dengan total panjang mencapai 4.330,07 kilometer.

Pernyataan Lenis Kogoya pun ditanggapi positif oleh Najwa Shihab.

Menurut Najwa Shihab, Trans-Papua ini sebagai bagian dari kesuksesan Jokowi di era kepemimpinannya selama 5 tahun ini.

“Pendekatan ekonomi, infrastruktur yang dilihat nyata di era pemerintahan Jokowi 5 tahun terakhir, itu saja belum cukup menjawab tantangan yang dihadapi Papua?” tanya Najwa Shihab, dilansir TribunnewsBogor.com dari Youtube Najwa Shihab, Kamis (222/8/2019).

Pertanyaan Najwa Shihab justru malah dikritisi oleh Sekjen Federasi Kontras Andy Junaedi.

Menurutnya jalan Trans Papua ini bermasalah.

“Justru saya melihat itu yang bermasalah. Coba tanya pada orang Papua, apakah mereka butuh jalan Trans Papua?” tanya Andy Junaedi.

Ketika ditanya seperti itu, Najwa Shihab terdiam.

Gubernur Papua Lukas Enembe yang juga hadir jadi narasumber pun tak mampu menjawabnya.

“Coba siapa yang butuh, orang Indonesia-kah atau orang Papua?” tanya Andy Junaedi lagi.

Pertanyaan tersebut pun kembali tak dijawab oleh Najwa Shihab, Lukas Enembe dan narasumber lainnya.

“Saya bilang pembangunan itu perlu.

Tapi bagaimana proses perencanaan dan implementasi pembangunan itu dilakukan mengedepankan kemanusiaan,” ujar Andy Junaedi lagi.

O
Najwa Shihab saat mendengarkan pemaparan dari Sekjen Federasi Kontras Andy Junaedi soal Papua (youtube Najwa Shihab)

“Jakarta belum melihat Papua dengan pendekatan itu. Papua memiliki tingkat kekerasan yang panjang. Papua punya cerita berbeda dibanding yang lain. Jika Papua disamakan dengan maka kita akan terjebak di cerita yang sama,” tambahnya.

“Isu separatisme muncul itu bukan tiba-tiba muncul. Coba kita tengok kasus kejahatan HAM. Berapa yang mandeg. Apa yang dilakukan Jakarta?” tegas Andy Junaedi.

Kemudian, Andy Junaedi menyebutkan bahwa Papua ini butuh guru, bukan senjata.

Papua juga butuh ilmu, bukan amlah caci maki.

“Yang dikirim tentara. Orang Papua butuh guru, bukan senjata. Orang Papua butuh ilmu, bukan untuk dicaci. Itu yang dibutuhkan,” tegas Andy Junaedi.

J
Gubernur Papua Lukas Enembe (Tribunnews.com)

Ketika disinggung seperti itu, Gubernur Papua Lukas Enembe tampak memperhatikan dengan baik.

“Orang Papua asli HDI (Human Development Index) rendah, Orang non Papua yang datang ke Papua HDI nya meningkat.

Artinya siapa yang bisa menikmati triliunan rupiah dari dana odsus?

Bukan orang Papua, itu fakta,” tambah Andy Junaedi.

Setelah cukup lama diam dan meresapi kata-kata dari Andy Irfan, Najwa Shihab pun akhirnya bersuara.

“Saya mau lempar ke Pak Gubernur,” tanya Najwa Shihab.

“Orang Papua butuh kehidupan bukan pembangunan,” ucap Lukas Enembe tegas.

“Ya butuh kemanusian,” tambah Andy Junaedi tak kalah tegas.

“Dan apakah pendekatan infrastruktur tadi yang disebutkan belum menjawab persolan Papua?” Najwa Shihab kembali bertanya.

I
Gubernur Papua Lukas Enembe saat tampil di acara Mata Najwa. (Tangkapan layar Mata Najwa)

Menjawab pertanyaan Najwa Shihab, Lukas Enembe sang Gubernur Papua pun memberikan sebuah fakta mencengangkan.

“Orang Papua tidak pernah lewat jalan yang dibangun, mereka tidak punya apa-apa.

Mereka butuh kehidupan,” tegas Lukas Enembe.

Melihat fakta yang diungkapkan Lukas Enembe, Najwa Shihab kembali terdiam tak mampu menyelanya.

“Gak perlu repot-repot, kita lihat saja Human Development Index,” tandas Andy Junaedi.

tribunnews

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here