MUI: Taliban Tertarik dengan Islam di Indonesia

79

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerima kunjungan perwakilan Taliban di kantor MUI Pusat, Jakarta, Selasa (30/7) siang. Kepada MUI, Taliban mengungkapkan ketertarikannya terhadap penerapan ajaran Islam di Indonesia. Menurut representasi gerakan asal Afganistan itu, nilai-nilai Islam di Indonesia diaktualisasikan ke dalam berbagai aspek kehidupan.

“Mereka (Taliban) menyampaikan, kami enggak membayangkan sebelumnya, Indonesia bisa mengaktualisasikan nilai-nilai Islam dalam berbagai aspek kehidupan,” kata Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Ustaz Zaitun Rasmin di kantor MUI pusat, Jakarta, Selasa (30/7).

Ustaz Zaitun menyampaikan, Taliban kagum karena nilai-nilai Islam di Indonesia juga bisa diaktualisasikan dalam politik dan komunikasi. Orang-orang Islam di Indonesia juga berusaha untuk saling mendamaikan saudaranya. Jadi, Taliban merasa Indonesia betul-betul Islami.

Dia juga mengapresiasi upaya Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang turut berperan mendamaikan Afganistan. Menurut dia, JK telah berkiprah luar biasa dalam mendamaikan beberapa kasus konflik, semisal di Poso, Ambon, dan Aceh. Hal serupa juga dilakukan JK untuk turut mewujudkan perdamaian di Afghanistan.

Ustaz Zaitun juga menceritakan, sebelumnya orang-orang Taliban tidak dipandang sama atau setara dengan yang lainnya, tapi sekarang mereka dipandang setara. Dalam pertemuan dengan MUI tadi, mereka menggambarkan tentang perjalanan perdamaian di Afganistan.

“Alhamdulillah, sudah semakin maju (proses perdamaiannya) karena mereka (Taliban) sudah bisa langsung ikut (berkunjung ke Indonesia), sebab selama ini (ulama Taliban) diwakili oleh ulama Pakistan,” ujarnya.

Dia menyampaikan, selama ini kalangan ulama Afghanistan yang hadir di Indonesia adalah utusan pemerintah setempat. Ulama Taliban, lanjut dia, biasanya diwakili ulama Pakistan, sebab Taliban memang sangat dekat secara afinitas dengan Pakistan.

“Alhamdulillah ulama Taliban bisa langsung hadir di Indonesia sekarang atas karunia Allah dan peran besar wakil presiden yang sabar,” ujar dia. [rol]

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here