Muhammad Kece dan Joseph Paul Zhang Bikin Gaduh, HNW Minta Polri Tindak Tegas Penista Agama

140
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW). /ANTARA

Masyarakat kembali dihebohkan dengan adanya dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Muhammad Kece, melalui unggahan video yang viral di kanal YouTube miliknya.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) meminta agar pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk segera menindak para pelanggar hukum penistaan Agama.

Yakni seperti youtuber Muhammad Kace dan Jozeph Paul Zhang, yang secara terbuka dan berulang jelas-jelas telah menistakan agama Islam.

HNW juga sependapat dan mendukung sikap MUI, NU dan Muhammadiyah, bahwa sikap Muhammad Kace sudah sangat berlebihan.

Maka demi tegaknya aturan hukum dan keadilan di Indonesia, dan demi menjaga kepercayaan rakyat terhadap penegakan hukum yang adil, seharusnya Kepolisian menindak dan menegakkan hukum secara adil.

“Agar jangan sampai umat kembali merasakan ketidakadilan hukum dan diskriminasi hukum, suatu keresahan yang bahkan disuarakan terbuka oleh Lieus Sungkharisma, tokoh Tionghoa beragama Budha,” kata HNW.

HNW mengatakan bahwa penegakan hukum dalam kasus-kasus tersebut sangat penting untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa ketentuan Pasal 3 ayat (1) UUD NRI 1945 bahwa Indonesia adalah Negara Hukum, masih berlaku, demikian juga UU No. 1/PNPS/1965 tentang Pencegahan dan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama serta aturan terkait lainnya memang masih berlaku.

“Ini untuk menunjukan bahwa Indonesia masih negara hukum, dan aturan-aturan tersebut tidak hanya di atas kertas, tetapi juga diterapkan secara benar dan adil di masyarakat, untuk semua kalangan masyarakat, bukan atas sebagiannya saja,” ujarnya melalui siaran pers di Jakarta, Selasa, 24 Agustus 2021.

Lebih lanjut, HNW mengatakan Kasus Muhammad Kace yang berulang menistakan agama Islam dengan menghina Nabi Muhammad SAW, bahkan sebagian ditampilkan dengan background gambar Burung Garuda Pancasila, bisa terjadi karena dia mengira bahwa hukum tidak menyentuh dirinya dan kelompoknya, akibat apa yang dia saksikan, seperti tak tersentuhnya kasus penista agama Islam sebelumnya yaitu Jozeph Paul Zhang.

Oleh karena itu, HNW mempertanyakan sikap Polri yang terkesan lambat dan tak berdaya dalam menangani kasus Jozeph Paul Zhang yang telah berulang kali melakukan penistaan terhadap agama Islam.

“Padahal, kasus penistaan Agama bukanlah delik aduan yang membutuhkan adanya aduan dari korban, tetapi merupakan delik biasa yang bisa langsung diproses dan ditindak oleh pihak Polri. Lalu mengapa sampai saat ini, yang bersangkutan tidak bisa ditangkap dan dikenai sanksi hukum,” katanya.

Anggota Komisi VIII DPR RI yang salah satunya membidangi urusan keagamaan ini mengatakan bahwa lambatnya, dan tak terjadinya penindakan oleh Polri terhadap kasus Jozeph Paul Zhang tersebut seakan membuat orang lain berpikir bahwa menista agama bisa bebas dilakukan di Indonesia.

“Sehingga, muncul kasus berikutnya seperti yang dilakukan oleh Youtuber Muhammad Kace, yang secara terbuka dan berulang, melakukan penistaan terhadap agama Islam,” katanya, sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari situs resmi PKS.

HNW menambahkan bahwa apabila ini terus dibiarkan maka akan menimbulkan dis-harmonisasi di masyarakat Indonesia, masyarakat yang dikenal sebagai bangsa yang religius dan mengakui Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertama dalam dasar negara, Pancasila.

“Jangan sampai dengan adanya penistaan sgama Islam semacam ini, dan pembiarannya, maka akan berdampak pada makin terjadinya pembelahan, umat beragama di-adu domba, dan kesatuan NKRI jadi taruhannya,” ujarnya.

Oleh karena itu, Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga meminta agar Umat Islam, yang menjadi korban dalam kasus-kasus tersebut, untuk tidak terpancing dan terprovokasi, dan agar mendorong penyelesaiannya melalui jalur hukum yang berwibawa, adil dan benar.

HNW juga mengingatkan agar tidak ada pihak dari Umat Islam yang terperangkap dalam skenario adu domba antar umat beragama yang biasanya dibuat oleh kelompok-kelompok anti Agama.

“Maka umat Islam jangan membalas menghina atau menistakan ajaran agama dari dua youtuber tersebut. Apalagi ajaran Islam tidak pernah membolehkan menghina atau bahkan mencela ajaran agama atau sembahan agama lain,” katanya.

HNW juga mendukung sikap Umat Islam yang diwakili oleh Ormas-Ormas Islam, seperti MUI, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, agar Polri segera menindak para penista agama.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here