Momen Prabowo saat Diberi Kantong Plastik Berisi Uang oleh Pendukungnya di Padang

521

Momen yang cukup mengharukan terjadi menjelang akhir orasi Prabowo Subianto saat kampanye di Pantai Padang, Selasa (2/4/2019).

Saat tengah orasi, tiba-tiba naik seorang pria ke atas panggung dari arah belakang.

Pria yang tampak menggenakan pakaian dominan merah memberikan satu kantong plastik pada Prabowo Subianto.

Saat menyerahkan kantong plastik pada Prabowo Subianto, pria tersebut berucap.

“Jangan melihat nominalnya ya, Pak,” ucap pria tersebut.

Prabowo pun berucap kepada pria itu, bahwa bukan soal jumlah nominal uang yang diberikan, tetapi tekad untuk berjuang bersama yang harus diapresiasi.

“Terima kasih tekadmu, terima kasih semangatmu. Saya tidak bisa berbuat lebih daripada berjanji sisa hidup saya untuk rakyat Indonesia,” kata Prabowo.

Prabowo pun langsung memeluk pria itu.

Para pendukungnya yang lain sontak teriak sambil bertepuk tangan melihat adegan itu.

“Ini niat suci dari masyarakat untuk gerakan perubahan,” ucapnya.

Selain pria itu, ada sejumlah pendukung lainnya memberikan uang kepada Prabowo dalam amplop.

Bahkan ada juga pendukung yang memberikan kacamata hitam kepada Prabowo.

Prabowo juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada para pendukung di Sumbar.

“Terima kasih masyarakat Sumatera Barat yang sudah mendukung saya dari dulu hingga sekarang,” kata Prabowo.

Cuaca panas Kota Padang tidak menyurutkan semangat Zahar Ilias (80) dan Rasina Rasyid (75).

Suami istri lansia ini berteguh hati ikut menghadiri kampanye Prabowo Subianto di Danau Cimpago Pantai Padang, Selasa (2/4/2019).

Walau dipenuhi lautan manusia, dua lansia ini tetap ikut berpanas-panasan dalam kampanye akbar tersebut.

Tubuh Zahar Ilias memang tidak sekuat masa mudanya.

Namun semangatnya bisa diadu.

Zahar Ilias berjalan dengan bantuan tongkat bambu yang juga dijadikan untuk mengikat bendera Partai Amanat Nasional (PAN).

Sementara di topi yang dikenakannya terbalut tulisan 212.

Zahar mengaku datang dari Sungai Batang Maninjau Kabupaten Agam, yang berjarak sekitar 121 km dari Kota Padang.

Dirinya sudah seminggu yang lalu ada di Kota Padang.

Tujuannya untuk menghadiri kampanye akbar Prabowo Subianto.

“Saya disini bersama anak, dan datang sejak seminggu yang lalu. Dari rumah anak yang ada di Padang saya naik motor ke sini,” katanya.

Sebuah alasan dikemukan Zahar Ilias sehingga walau usianya sudah tua, tetap semangat menghadiri kampanye.

Dirinya berharap ada perubahan yang lebih baik terjadi pada negara ini.

“Dominasi tenaga asing dalam wilayah Indonesia dapat dikurangi,” katanya.

Di kampung halamannya Zahar Ilias adalah seorang petani.

“Saya datang ke sini tandanya saya mencintai, dan tandanya saya mengharapkan perubahan dari tangannya,” ujarnya.

Kampanye Prabowo di Padang bukanlah kegiatan perdana yang melibatkan kehadiran banyak orang yang diikuti Zahar Ilias.

Beberapa waktu lalu saat ada gerakan 212 di Jakarta, Zahar Ilias juga tiba di Jakarta.

“Saya mantan di 212 di Jakarta,” ujarnya.

Rasina Rasyid (75) mengatakan ia ikut kampanye akbar dan rela panas-panasan karena berharap Indonesia bisa lebih maju lagi di tangan Prabowo Subianto.

Beda lagi dengan Jusniwar, seorang nenek 75 tahun di Kota Padang, Sumbar, yang terlihat begitu bahagia pada Selasa (2/4/2019) siang.

Niat Jusniwar untuk bisa melihat langsung wajah calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, akhirnya bisa terwujud.

Tapi, untuk bisa melihat wajah Prabowo, Jusniwar harus melalui sederet perjuangan yang sulit.

Ibu enam anak ini harus bertahan di bawah teriknya matahari, berdesak-desakan di tengah ribuan massa, hingga nyaris jatuh akibat dorong-dorongan.

Juniwar datang ke lokasi kampanye akbar Prabowo Subianto di kawasan Danau Cimpago, Padang, menggunakan Go-car.

Jusniwar berangkat dari rumahnya di Tunggul Hitam, Kota Padang, sekitar pukul 11.00 WIB menggunakan Go-Car.

“Sengaja ke sini ingin lihat Prabowo,” ujar Jusniwar kepada TribunPadang.com di lokasi kampanye.

Pada pukul 14.10 WIB, Prabowo Subianto memasuki arena kampanye di kawasan Danau Cimpago, Kota Padang, Selasa.

Dari jendela bagian atas mobil, Prabowo menyapa ribuan warga Kota Padang.

Prabowo juga bersalaman dengan warga.

Massa bersorak dan memanggil nama Prabowo tiada henti.

Tak sedikit pula warga yang mengabadikan momen Prabowo memasuki arena kampanye.

Sementara Jusniwar, saat Prabowo memasuki arena, ia berada di tengah-tengah massa.

“Saat mobil Pak Prabowo masuk, massa yang berada di depan mundur. Mereka memberi jalan untuk mobil Prabowo,” jelas dia.

Wanita yang beralamat di Tunggul Hitam Kota Padang ini, nyaris jatuh akibat desak-desakan.

Ia terdorong oleh massa yang mundur.

Dia pun terjepit di tengah kerumunan orang yang ikut menghadiri kampanye Prabowo Subianto.

Dia merasakan udara begitu pengap.

Apalagi Kota Padang pada siang itu begitu terik.

“Saya hampir jatuh. Untung saya ditahan oleh massa yang berada di belakang,” ujarnya.

Ketika terdorong ke belakang itu, dia berpegangan pada bahu seorang pemuda yang berada di depannya.

“Beruntung saya tidak jatuh ketika itu,” ceritanya.

Melihat kondisi Jusniwar saat itu, ada beberapa orang yang menolong Jusniwar keluar dari desak-desakan massa itu.

Jusniwar juga bersyukur ada orang yang membantunya tersebut.

Meski melalui sederet perjuangan yang sulit, Jusniwar akhirnya bisa melihat wajah Prabowo.

“Saya sempat melihat saat Pak Prabowo di atas mobil. Saya gembira bisa melihat Pak Prabowo,” ujarnya antusias.

Dia mengaku juga bahagia melihat antusias warga Kota Padang saat menyambut kedatangan Prabowo.

Meskipun sudah berumur 75 tahun, ia masih kuat untuk bepergian.

“Saya letih. Tapi tidak apa-apa. Saya masih kuat. Cuma anak saya tadi sempat kehilangan sendal,” tuturnya.

Jusniwar berharap Prabowo Subianto terpilih menjadi presiden agar masyarakat sejahtera.

“Saya berharap di tangan Prabowo jika terpilih nanti belanja kebutuhan sehari-hari murah, anak-anak yang tamat perguruan tinggi mendapatkan pekerjaan, nilai agama lebih ditingkatkan, dan kalau naik haji lebih dipermudah urusannya,” harap Jusniwar.

Jusniwar juga membagikan tips kepada anak muda agar bisa bertahan meski umur sudah tua.

“Alhamdulillah. Ibu sehat. Selama ini ibu tidak menggunakan bahan bahan penyedap siap pakai. Ibu meracik sendiri bahan makanan yang akan digunakan,” ujarnya.

Buat anak muda, dia berpesan agar melanjutkan perjuangan seperti yang dilakukan orang tua terdahulu.

“Ikutlah dalam bermasyarakat,” tutupnya.(*)

.tribunnews.

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here