Momen Lebaran AHY dan Ego Personal SBY-Megawati yang Mencair

190
AHY dan EBY serta keluarga bersilaturahmi ke kediaman Ketua Umum PDI, Megawati Soekarnoputri. Foto ist

Jakarta — Langkah Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ke Istana Negara untuk bertemu Joko Widodo saat lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah dan kemudian bertandang ke kediaman Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dinilai sebagai perubahan strategi politik yang tak hanya sekedar langkah rekonsiliasi.

Ray mengaku memang ada komunikasi politik antara Megawati dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang selama ini dikenal mandeg. Tapi kedua tokoh ini menyadari bahwa persoalan personal mereka memang tidak boleh menghambat dinamika politik yang lebih besar bagi kedua pihak.

“Pelaku utamanya bukanlah mereka berdua tapi masuk ke generasi berikutnya. Dalam rangka inilah, kemampuan keduanya menahan ego personal memungkinkan langkah AHY dan Jokowi tidak mendapat sandungan,” kata Ray kepada CNNIndonesia.com, Kamis (6/6).

Untuk itu, Ray membaca khusus untuk AHY, nampaknya ada perubahan strategi politik yang drastis dari menunggu ke mendatangi.

Menurut Ray, perubahan langkah politik dari biasanya pasif ke aktif AHY itu terjadi tidak lepas dari evaluasi internal ayahnya, SBY.

Belajar dari berbagai pengalaman terlambat secara politik dalam beberapa kasus terakhir, mengakibatkan strategi politik Demokrat dirubah demi terciptanya konsolidasi partai dan juga AHY sendiri. Upaya untuk langsung menjemput menurut Ray terlihat jauh lebih ampuh dan sesuai dengan usia AHY.

“Oleh karena itu, AHY, nampaknya, tak lagi bersikap menunggu di ujung, tapi jika perlu menjemput, terlibat dari awal dan bahkan dapat menginisiasi,” kata Ray.

Lebih lanjut, Ray menilai posisi partai Demokrat di koalisi bukanlah partai yang menentukan, atau memang seperti ada dan tiada. Oleh karena itu, pertemuan berulang AHY dengan Jokowi tidak mewakili politik rekonsiliatif koalisi Prabowo Subianto sebagai oposisi dengan koalisi Jokowi.

“Faktanya memang, berbagai langkah itu malah dikritik oleh partai koalisi Prabowo,” ungkap Ray.

Senada dengan Ray, pengamat politik AS Hikam juga menilai langkah AHY mempererat silaturahmi dengan Megawati dan Jokowi justru akan membangun fondasi yang kuat terhadap wacana politik praktis.

“Kalau mau dilanjutkan wacana politik praktis silahkan. Fondasinya sudah ada lewat silaturahmi itu, value-nya sudah terbangun,” kata Hikam saat diwawancara CNNIndonesia TV, Rabu (5/6).

AS Hikam menilai silaturahmi elite sangat membantu membangun rekoniliasi politik yang mencerminkan ekpresi budaya ketimuran. Begitupun ajang takziyah mendiang Ani Yudhoyono yang bisa mempersatukan SBY dan Megawati.

“Ajang silaturahmi ataupun takziyah penting dari segi value untuk memberikan teladan dan fondasi mempersatukan,” kata Hikam yang juga mantan Menteri Riset dan Teknologi era Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu., CNN Indonesia

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here