Moeldoko Suruh Habib Rizieq Interopeksi Diri, yang Gak Suka Banyak Lho

4388
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko

JAKARTA – Habib Rizieq Shihab diamankan otoritas keamanan Arab Saudi dan dimintai keterangan. Namun, ia kembali diperbolehkan pulang setelah menjalani pemeriksaan.

Hal itu dipicu adanya laporan dari warga di Mekkah yang melihat bendera yang mirip dengan ISIS dipasang di dinding rumahnya di Mekkah.

Namun saat ini, Rizieq disebut sudah diperbolehkan pulang dan berkumpul lagi bersama keluarganya.

Kubu Rizieq Shihab pun menuding pemasangan bendera tersebut adalah perbuatan intelijen busuk Indonesia.

Bahkan, ia juga disebut-sebut telah meminta otoritas keamanan Arab Saudi untuk mencari pelaku pemasangan bendera yang dianggap milik gerakan radikal tersebut.

Menanggapi hal ini, Kepala Staf Presiden Moeldoko menilai kecurigaan Habib Rizieq terhadap intelijen negara itu berlebihan.

“Saya kira enggak sejauh itu, negaranya orang masak sembarangan, intelijen kok jelek banget,” ucap Moeldoko saat dimintai tanggapan di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/11).

Mantan Panglima TNI ini menilai bila pemasangan bendera itu dilakukan oknum intelijen, maka itu merupakan operasi yang jelek banget.

“Kalau menurut saya jangan mengada-ada lah,” katanya.

Sebaliknya, Moeldoko pun menyarankan agar Rizieq Shihab melakukan interopeksi diri sendiri.

“Persoalannya adalah, kalau saya nih sebagai seseorang, saya bertanya dulu. Yang gak seneng sama gua siapa sih? Kan banyak juga gitu lho,” tuturnya.

Karena itu, ia menyatakan agar Rizieq Shihab tak mencari-cari alasan dengan menyalahkan intelijen.

“Bukan hanya intelijen. Jangan dikit-dikit intelijen, dikit-dikit pemerintah. Bisa saja orang lain,” tandas Moeldoko.

Sebelumnya, melalui Jubir FPI, Munarman, Muhammad Rizieq Shihab menyebut insiden tersebut merupakan hasil ‘operasi intelijen keji’.

Munarman mengatakan, Habib Rizieq meminta aparat keamanan Arab Saudi menyelidiki pemasang bendera hitam di dinding luar rumahnya.

Selain itu, Rizieq juga meminta petugas berwenang setempat menelusuri penyebaran fotonya saat berhadapan dengan aparat keamanan setempat.

Munarman menyebut, pihak keamanan Arab Saudi marah mendengar laporan bahwa ada yang membidik momen tersebut.

“Pihak Keamanan Saudi sendiri marah besar saat mendengar laporan dari Habib Rizieq bahwa ada orang yang membidik beliau bersama aparat keamanan Saudi dengan kamera jarak jauh dan fotonya diviralkan di Indonesia,” kata Munarman, Kamis (8/11/2018).

Atas beredarnya foto tersebut, lanjut Munarman, pihak keamanan Saudi akan melakukan penggeledahan terhadap gedung yang dicurigai sebagai tempat pengambilan foto.

Munarman menyebut, Imam Besar FPI itu merasa curiga ada operasi dari Indonesia yang menyebabkan dirinya dicokok intelijen Arab Saudi.

“Beliau (Habib Rizieq-red) menyampaikan bahwa pihak yang diduga kuat sebagai pelaku adalah ‘intelijen busuk dari Indonesia’,” jelasnya.

Mendapat laporan itu, lanjutnya, intelijen Arab Saudi menanggapinya dengan serius.

Bahkan, mereka meminta Rizieq menyebutkan nama-nama intelijen Indonesia yang dicurigainya melakukan operasi dimaksud.

“Karena operasi intelijen asing di wilayah hukum Saudi merupakan pelanggaran hukum serius dan pelakunya bisa dihukum pancung,” sambungnya.

Terkait kecurigaan Rizieq atas intelijen busuk Indonesia itu, Munarman lantas membagikan informasi yang didapatnya.

Ia menuturkan, operasi intelijen itu meninggalkan Arab Saudi hari ini.

“Info khusus, anggota lapangan Pejaten dikabarkan hari ini mereka akan meninggalkan Saudi,” tuturnya.

Sementara, Badan Intelijen Negara (BIN) membantah tudingan ikut terlibat dalam insiden itu.

Apalagi, jika kemudian BIN disebut memiliki dendam politik dengan Rizieq Shihab. Sebab, BIN tidak mengenal istilah kriminalisasi.

“Tidak benar ada dendam politik, BIN tidak pernah mempermasalahkan aliansi politik HRS. Itu hak seseorang dan sah-sah saja,” kata Jurubicara BIN Wawan Purwanto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/11).

Wawan menjelaskan bahwa semua warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama di depan hukum.

Atas alasan itu, Wawan memastikan bahwa tudingan BIN merekayasa penangkapan Rizieq Shihab adalah hoax.

“Saudi adalah negara berdaulat yang tidak bisa diintervensi oleh Indonesia. Operasi intelijen di negara lain adalah dilarang,” pungkasnya.

(JPG/ruh/pojoksatu)

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here