Mochtar Pabotinggi: Pak RT Saya Sekolahnya Kalah Jauh dari AHY, Namun Berpidato dengan Meyakinkan

783

Pengamat Politik yang juga purnabakti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Mochtar Pobotinggi memberikan komentar terkait orasi yang dilakukan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Jumat (3/8/2018).

Menurut Mochtar, orasi AHY kurang meyakinkan.

Hal ini bermula dari kicauan Mochtar yang mengaggap orasi AHY gagal karena penampilan dan sikap yang ditunjukkan AHY ketika berorasi.

“Orasi AHY di TV-One kemarin gagal.

Sarat ungkapan klise, jelas itu orasi karbitan.

Agus menyampaikannya tanpa keyakinan.

Hampir di sepanjang orasi matanya terus bolak-balik ke layar “prompter” di depannya.

Maka tak satu pun “pause” dengan tatapan berenergi ke hadirin,” tulis Mochtar.

Kicauan Mochtar pun mendapatkan balasan dari netizen yang mengatakan jika AHY belum memiliki jam terbang yang tinggi.

Sehingga butuh waktu panjang untuk belajar berorasi.

“Maksudnya jadi orator, singa podium..tidak mudah, harus punya jam terbang tinggi.

Tidak bisa dipoles, butuh waktu panjang untuk belajar,” tulis netizen @dede318a.

Tweet ini pun dibalas oleh Mochtar dengan membandingkan orasi AHY dengan pidato ketua RT di tempatnya.

Menurut Mochtar, yang dipermasalahkan bukan terkait jam terbang tinggi.

Melainkan penjiwaan yang harus dibawa ketika dirinya berorasi di depan umum.

“Pak RT saya yang sekolahnya kalah jauh dari Agus selalu berpidato dengan meyakinkan.

Ini bukan soal jam terbang tinggi.

Ini soal apakah kata-kata dijiwai atau tidak,” jawab Mochtar.

Kicauan Mochtar Pabotinggi
Kicauan Mochtar Pabotinggi (Capture Twitter)

Sementara itu, dikutip TribunWow.com dari situs resmi Demokrat.or.id, orasi yang dilakukan AHY ini menyinggung soal keberlanjutkan pembangunan tiap pemimpin RI.

Ia juga mengatakan jika pembangunan era Jokowi harus mendapatkan apresiasi.

AHY awalnya bicara soal kepemimpinan di era Presiden Soekarno dan Soeharto.

“Yang baik-baik era BJ Habibie, era Gus Dur, era Megawati harus diapresiasi, yang belum baik, diperbaiki di era SBY,” ujar AHY dalam orasi ‘Muda Adalah Kekuatan’ di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (3/8/2018).

Dia juga bicara soal kepemimpinan era Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurutnya hal baik di era Jokowi harus diapresiasi dan yang belum baik harus diperbaiki.

“Yang baik-baik di era Jokowi harus kita apresiasi. Tapi saya ulangi, mari kita sama-sama perbaiki hal yang belum baik,” ucap AHY yang juga ketua Komando tugas bersama (Kogasma) Partai Demokrat.

Hal itu menurut AHY merupakan semangat keberlanjutan perubahan.

Dia meminta tak ada saling caci dan menjatuhkan.

“Itu semangat keberlanjutan perubahan. Continuity and change. Jangan saling hujat, caci maki, apalagi menjatuhkan,” pungkas AHY.

Selain itu, AHY juga menyatakan pandangannya mengenai sosok Prabowo.

“Beliau adalah pemimpin tegas, hebat, dan efektif,” ujarnya yang dikutip dari Kompas.com.

Menurut AHY perhatian Prabowo kepada bangsa Indonesia tercermin dari komentar-komentarnya mengenai perkembangan negeri ini.

“Beliau mengenyam banyak pengalaman di militer dan sebagai tokoh bangsa Pak Prabowo mengutarakan banyak hal besar tentang negeri ini, semoga sukses buat beliau,” katanya.

AHY pun menjawab normatif saat ditanya kesiapannya menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto.

“Apakah saya mendapat takdir tertentu tahun ini dan 2019 hanya Allah yang tahu, saya adalah orang yang ingin terus mempersiapkan diri dengan baik, saya rasa itu hal terbaik yang bisa kita lakukan,”ujarnya. (TribunWow.com/Tiffany Marantika)

tribunnews

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...