Misterius, Foto-Foto Terkait Pembunuhan Siswi SMK Hilang dan Berganti jadi Simbol Asing

323

Johanes Bosco Wijanarko, ayah siswi SMK Baranangsiang di Bogor yang menjadi korban pembunuhan delapan bulan silam, Andriana Yubelia Noven Cahya, kebingungan. Gara-garanya, foto-foto dan video terkait pembunuhan siswi SMK itu yang selama ini tersimpan dalam telepon cerdasnya hilang berganti menjadi ikon atau simbol asing.

Menurut Johanes, hal serupa terjadi di semua telepon cerdas anggota keluarganya yang menyimpan arsip sama. Kehilangan foto dan video itu disebutnya terjadi bertahap. “Pertama dua bulan lalu terus tiga minggu lalu,” katanya saat ditemui di Bandung, Jumat 9 Agustus 2019.

Selain itu, kata dia, percakapan komunikasi dengan komunitas peduli Noven pun ikut hilang. Merasa janggal, Johanes menduga pelaku yang kemungkinan terkait dengan pembunuhan Noven berada di baliknya. “Kami sudah kena musibah malah makin terpojok, bukannya dibantu,” kata dia.

Karena kejanggalan itu Johanes memberanikan diri mengadu ke Presiden Joko Widodo dan Kapolri Tito Karnavian lewat akun masing-masing di media sosial. Dia melakukannya dengan cara menyelipkan harapannya pada kolom komentar.

Johanes sangat berharap mendapat perhatian Presiden dan Kapolri sehingga penyelidikan yang sudah berjalan selama ini bisa terbantu pula. Menyampaikan tanggal kejadian kasus pembunuhan itu dan menceritakan telah sekian bulan belum terungkap, Johanes menulis di sana: Saya nggak tahu ada masalah apa, minta bantuan Bapak untuk bantu kasus anak saya karena sepertinya banyak sekali kejanggalan yang saya rasakan.

Hasilnya? “Saya tidak tahu dan tidak ada balasan,” katanya.

Sebelumnya, Kepolisian Bogor mengabarkan kalau Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat juga gagal menemukan pelaku pembunuhan Noven. Video kamera pengawas yang merekam kejadian itu sulit diidentifikasi FBI karena resolusinya gambarnya rendah.

Kapolres Kota Bogor Kota, Komisaris Besar Hendri Fiuser masih yakin kesatuannya bisa mengungkap pelaku pembunuhan siswi SMK berusia 17 tahun itu. “Masih ada jalan dan cara dengan teknik penyidikan berbeda yang akan kami lakukan nanti,” kata Hendri, Rabu 7 Agustus 2019. [tempo]

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here