Misteri Ratusan Ribu Burung Mati Mendadak

384
Burung mati massal di New Mexico. Foto: Twitter

New Mexico – Diperkirakan ratusan ribu burung, bahkan ada yang menyebut sampai jutaan, mati misterius. Burung-burung malang itu sedang bermigrasi tahunan tapi tak pernah sampai di tujuannya.

Dikutip detikINET dari Global News, burung dari berbagai spesies itu mengalami kematian massal di New Mexico, Amerika Serikat. Kejadian misterius ini bikin cemas para ilmuwan biologi.

“Mengerikan. Hanya dengan melihatnya, kami tahu ini adalah peristiwa besar, ratusan ribu dan bahkan jutaan burung mati,” kata ahli biologi dari New Mexico State University, Martha Desmond.

Dia dan tim sudah mengumpulkan sekitar 300 burung mati untuk diteliti. Mahasiswa kampus juga dikerahkan dan tak butuh waktu lama, semuanya kembali dengan beberapa burung yang sudah tewas.

“Burung-burung itu relatif dalam kondisi baik, kecuali bahwa mereka sangat kurus. Mereka tak punya cadangan lemak dan hanya sedikit massa otot,” sebut pakar biologi lain, Allison Salas. Sebelum mati, ada yang melihat para burung dalam kondisi letih lesu.

Spesies yang kehilangan nyawa termasuk burung gereja, burung biru dan burung penyanyi. Desmond menyatakan peristiwa ini sangat memprihatinkan.

“Mungkin ini pemandangan terburuk dalam hidup saya. Banyak dari spesies itu sudah dalam masalah dan turun populasinya, kemudian peristiwa semacam ini terjadi,” tambah Desmond.

Selain New Mexico, warga di Colorado, Arizona dan Texas juga melaporkan ada kejadian serupa. Mereka diharapkan melapor melalui aplikasi sehingga ilmuwan bisa mendapatkan gambaran lengkap untuk mencari penyebab kematian massal ini.

Sejauh ini alasan kematian masih sebatas teori. Mungkin saja ada hubungannya dengan kekeringan di wilayah itu atau terkait kebakaran hutan hebat yang melanda California, Oregon dan Washington.

“Mungkin saja ada gangguan di paru-paru burung itu. Barangkali hal itulah yang memaksa mereka pindah lebih awal ketika sebenarnya belum siap untuk migrasi,” kata Desmond.

Sumber berita / Artikel Asli : Detik

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...