Miris, TNI Temukan Warga Bertahan Hidup dari Lubang Dekat Timor Leste

642
TNI Temukan Warga Bertahan Hidup dari Lubang Dekat Timor Leste

Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Infanteri Raider Khusus 744/Satya Yudha Bhakti atau Yonif Raider Sus 744/SYB, menemukan sebuah fakta memprihatinkan tentang kondisi warga Indonesia, yang bermukim di sekitar perbatasan RI – Timor Leste.

Kondisi memprihatinkan itu ditemukan ketika pasukan Yonif Raider Sus 744/SYB memasuki wilayah Dusun Manekik, Desa Sarabau Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu

Pasukan yang pernah ikut dalam Operasi Pemulihan Keamanan Timor Timur itu, melihat warga di desa tersebut hidup dalam ketiadaan sumber air.

Menurut Komandan Satgas Yonif RK 744/SYB, Letnan Kolonel Infanteri Alfat Denny Andrian, tak ada seorang pun warga dusun tersebut memiliki persediaan yang cukup apalagi melimpah. Hal ini terjadi akibat kemarau panjang yang masih melanda.

Yang lebih miris lagi, untuk mendapatkan air bersih, warga harus berjalan kaki sejauh satu kilometer ke sebuah lubang kecil yang menjadi sumber air utama bagi warga untuk bertahan hidup.

“Musim kemarau terjadi di wilayah perbatasan RI-RDTL, membuat warga Dusun Manekik harus berjalan kaki sejauh 1 kilometer untuk mendapatkan sumber air bersih,” kata Letkol Inf Alfat Denny Andrian yang dikutip VIVA Militer dari siaran resmi TNI AD Jumat 25 September 2020.

VIVA Militer: Pasukan Satgas Yonif Raider Sus 744/SYB

Alfat menuturkan, untuk meringankan beban warga, prajurit TNI dari Pos Asulait dikerahkan membantu warga mengangkut air-air bersih dari sumber air  ke rumah-rumah warga.

“Beginilah aktivitas sehari-harinya warga di Dusun Manekik Desa Sarabau Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu mencari air bersih untuk keperluan sehari-hari, dan itulah yang menjadikan keprihatinan prajurit yang bertugas di sana,” ujar Dansatgas menambahkan.

Rencananya  Komandan Satgas Yonif RK 744/SYB membangun bak penampungan air di pemukiman warga agar mereka tidak perlu jauh-jauh untuk mengambil air ke sungai.

“Terima kasih Bapak TNI, kami dibantu memperoleh air bersih, bahkan diantar sampai ke rumah kami, beban kami menjadi lebih ringan,” ucap salah satu warga Dusn Maneki, Fransiskus Fahik.

Sumber Berita / Artikel Asli : VIVA

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...