Minta Rakyat Jangan Kufur Nikmat, Jokowi Harusnya Ungkap Faktor yang Bikin Ekonomi Mandeg

310
Presiden Jokowi didampingi Menhan Prabowo Subianto memberikan keterangan terkait 93 WNI yang masih bertahan di Wuhan, China di tengah menyebarnya virus Corona di PT PAL Indonesia, Surabaya, Senin (27/1/2020). Foto BPMI Setpres

JAKARTA – Presiden Joko Widodo meminta masyarakat bersyukur dan tidak kufur nikmat atas pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di  atas 5 persen, (5,02) pada tahun 2019

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menyebutkan, seharusnya Jokowi cukup menjelaskan sebab pertumbuhan ekonomi yang stagnan.

Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini menyayangkan pernyatan Jokowi yang justru menggunakan diksi Kufur nikmat.

Menurutnya pernyataan politik Jokowi itu tidak menjawab pertanyaan rakyat.

“Presiden mestinya cukup menjelaskan variabel apa saja yang membuat ekonomi bangsa jalan di tempat. Istilah kufur nikmat tak menjawab pertanyaan rakyat,” kata Adi, Senin (10/2).

Jokowi beberapa kali menyampaikan masyarakat diminta bersyukur dan tidak kufur nikmat dengan pertumbuhan ekonomi yang berada di atas 5 persen.

Sebelumnya ia menyampaikan pernyataan itu saat menghadiri perayaan ulang tahun Partai Nasdem di Jiexpo Kemayoran 10 November tahun 2019 lalu.

Pernyataan sama dilontarkan Jokowi saat menghadiri perayaan Imlek Nasional 2019 di tempat yang sama Kamis (7/2).

(sta/rmol/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...