Meninggal, Siti Fajriyah Tak Diminta Pertanggungjawaban Hukum di Kasus Century

492

Jakarta – Pelaksana Tugas Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi SP menegaskan, status pihak yang patut dimintai pertanggungjawaban hukum terhadap Siti Chalimah Fajriah terkait kasus bailout Bank Century, dihentikan.

Pasalnya, mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia itu, meninggal Selasa (16/6).

“Ya, tentu dugaan keterlibatan yang bersangkutan dalam kasus Century tidak diteruskan,” ujar Johan, Selasa (16/6).

Siti Chalimah sebelumnya disebut sebagai pihak yang patut diminta pertanggungjawaban hukum dalam dugaan korupsi dalam pemberian Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek dan Penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Status itu diberikan lantaran Siti terkena stroke. Hingga meninggal, ia belum pernah jalani pemeriksaan di KPK, meski sempat diagendakan. Namun kondisi kesehatan hingga belum pernah dimintakan keterangan.

Adapun koleganya, Budi Mulya sudah divonis 15 tahun penjara. Budi dinyatakan terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 2 Ayat 1 dan Pasal 18 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Johan pun menyatakan, KPK turut berduka atas wafatnya Siti. “Kami turut berduka cita,” tegas dia.

Siti Chalimah dan Budi Mulya diduga menjadi pihak yang merekayasa perubahan persyaratan CAR di Bank Indoneisa. Perubahan itu disinyalir supaya Bank Century memperoleh FPJP dari BI. Pada 30 September 2008, CAR Bank Century hanya positif 2,35 persen.

Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 10/26/PBI/2008 tentang FPJP Bagi Bank Umum tanggal 30 Oktober 2008, mensyaratkan bank umum yang bisa memperoleh FPJP harus memiliki CAR minimal delapan persen.

Namun tak sampai sebulan aturan itu diubah. BI kemudian mengeluarkan PBI No. 10/20/PBI/2008 tanggal 14 November 2008. Intinya, peraturan itu merevisi persyaratan bank penerima FPJP, dari semula bank harus memiliki CAR minimal delapan persen menjadi CAR hanya positif saja.

Setelah perubahan PBI, Bank Century mendapatkan kucuran FPJP senilai Rp 502,07 miliar. Belakangan, Bank Century kembali mendapatkan pinjaman Rp 187,32 miliar. Sehingga total FPJP yang dikeluarkan BI untuk Bank Century mencapai Rp 689 miliar.

Setelah FPJP tak membantu, maka diputuskan dilakukan rapat KSSK, guna menentukan nasib Bank Century dan mengantisipasi terjadinya dampak sistemik dari kegagalan Bank Century. Dalam rapat itu diketahui, Bank Indonesia ngotot agar Bank Century ditetapkan gagal berdampak sistemik.

Saat itu diketahui, dana talangan untuk Bank Century hanya dibutuhkan senilai Rp 600an miliar. Namun setelah diaudit ulang, terjadi pembengkakan dana hingga Rp 6,7 triliun. berita satu

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...