Mengundurkan Diri, Bukti Bupati Tidak Bekerja untuk Rakyat

402

Medan – Kabar pengunduran diri Bupati Mandailing Natal, Sumatera Utara, Dahlan Hasan Nasution gara-gara petahana Joko Widodo kalah di daerahnya dinilai tidak elok. Sikap tersebut membuktikan bupati tidak bekerja untuk rakyat.

“Jika begitu, bupati mengkonfirmasi bahwa dirinya sedang tidak bekerja untuk masyarakat di sana, tetapi untuk dirinya sendiri dan kelompok tertentu,” kata Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara, Faisal Riza, Ahad (21/4).

Dahlan Hasan meminta mundur dari jabatan bupati dengan beberapa pertimbangan. Di antaranya adalah perolehan hasil Pemilu 2019 yang dinilainya mengecewakan. Hal itu dituliskan Dahlan dalam pembukaan surat pengunduran dirinya yang ditujukan kepada Jokowi.

“Dengan hormat, kami maklumkan kepada Bapak bahwa pelaksanaan Pemilu 2019 di Mandailing Natal Sumatera Utara berjalan lancar, aman dan terkendali. Namun hasilnya sangat mengecewakan dan tidak seperti yang diharapkan.” Demikian isi surat Dahlan kepada Jokowi yang viral di mesia sosial.

Faisal Riza menilai alasan pengunduran diri Dahlan Hasan Nasution tidak etis dan menjadi konfirmasi dirinya bukan bekerja untuk rakyat, melainkan kepada kepentingan kelompok tertentu. Menurut dia, sebelum menyatakan mundur dari jabatan, harus mempertimbangkan secara etis keputusan tersebut.

Baca Juga:  Bupati Mandailing Natal Mundur Gara-Gara Jokowi Kalah, Ada Apa?

“Bupati tersebut harus mempertimbangkan secara etis bahwa mandatnya datang dari rakyat dan harus dikembalikan ke rakyat,” ujarnya.

Dia menjelaskan, apa yang terjadi terhadap Bupati Mandailing Natal sebagai satu konsekuensi beban politik yang kompleks “Tetapi mestinya bupati lebih mengabdi kepada rakyat di daerahnya,” ungkapnya.

Dosen Pemikiran Politik Islam itu mengatakan, setiap keputusan tentu memiliki konsekuensi. Selama masyarakat Mandailing Natal sebagai pemberi mandat menyetujui, hal itu menjadi hak rakyat untuk mendapat pemimpin yang lebih baik.

“Sejauh transisi kepemimpinan nanti tidak memunculkan gejolak panjang. Saya kira masyarakat berhak mendapat pemimpin yang lebih baik,” jelasnya.

Berdasarkan data quick count yang dihimpun dari lembaga survei Kawalpemilu.org, dari 1.326 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di Mandailing Natal, sebanyak 134 (10,11%) TPS dan telah terproses. Terpantau ada sebanyak 24.154 suara yang masuk, dengan rincian suara sah 23.885 dan suara tidak sah 269 suara.

Dari jumlah tersebut, calon presiden petahana dan calon wakil presiden pasangan Joko Widodo – Ma’ruf Amin memperoleh suara 3.028 suara, sedangkan calon presiden dan wakil presiden pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno memperoleh suara 20.857 suara. (Aza)Indonesiainside.id,

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...