Mendagri Angkat Suara Soal Bentrok Satpol PP vs Pendemo di Sultra

376

 Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyoroti peristiwa bentrok antara Satpol PP dengan pendemo di depan Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara pada Rabu (6/3/2019) lalu.

Tjahjo menuturkan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim pemantau untuk meminta klarifikasi Satpol PP Provinsi Sulawesi Tenggara terkait bentrok tersebut.

“Tim Pemantau Dit. Pol PP  telah tiba di Kendari, melakukan klarifikasi dengan Satpol PP Prov Sultra,” tulis Tjahjo Kumololewat Twitter dikutip AKURAT.CO pada Sabtu (9/3/2019).

Tjahjo mengatakan pendemo yang merupakan masyarakat sipil kala itu mendesak pemerintah menolak pertambangan di Pulau Wanonii. Tuntutan itu sudah ditindaklanjuti Pelaksana tugas (plt) Kepala Dinas Pertambangan Provinsi Sultra.

“Lokasi demo di kantor Gub Sultra di Kendari; pendemo menuntut pencabutan IUP Pertambangan di Konawe Kepulauan,” imbuhnya.

Tjahjo memastikan bentrok Satpol PP dengan pendemo tidak menghasilkan korban jiwa. Namun, tidak sedikit korban yang harus dilarikan ke rumah sakit karena luka-luka.

“Tidak ada korban meninggal dunia, hanya korban luka-luka dari pihak Satpol PP maupun pendemo,” tuturnya.

Selain itu, Tjahjo menyebut buntut dari bentrok, sebanyak 6 Anggota Satpol PP Provinsi Sultra dipolisikan.

“Sebanyak 6 (enam) orang Anggota Pol PP menjadi terlapor, mengharapkan advokasi Kemendagri,” pungkasnya.[] akurat

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...