Megawati: Jangan Sampai Indonesia Ketularan Konflik Timur Tengah

2738
Megawati

Belakangan mulai banyak aliran Islam yang sesat dan mengkafirkan umat Islam lainnya. Hal ini memicu perpecahan di Timur Tengah antar sesama muslim.

Indonesia pun waspada akan ajaran aliran yang dianggap berbahaya ini. Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri menyebutkan, kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari perjuangan para ulama.

“Terbentuknya Pancasila, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika merupakan hasil perjuangan para pendiri bangsa yang sebagian besar adalah ulama dengan kesabaran dan kebesaran hatinya dalam mempersatukan bangsa,” kata dia dalam keterangannya, Jumat (14/7).

Hal ini disampaikannya di Deklarasi Majelis Dzikir Hubblul Waton pada acara Halaqah Nasional Alim Ulama dengan tema Memperkokoh Landasan Ke-Islaman Nasionalisme Indonesia, Hotel Borobudur, Jumat (14/7).

Namun akhir-akhir ini, kata dia, ada sekelompok orang yang berasal dari kalangan Islam yang mengkafirkan umat Islam lainnya yang tidak sependapat dengan mereka. “Apakah kita ingin menciptakan Indonesia yang penuh dengan cinta kasih, damai, dan toleran, menjadi sebuah negara yang morak-marik, perang, dan saling membunuh seperti yang terjadi di Timur Tengah?” tambah dia.

Lantas dia menelisik kembali sejarah Nusantara ketika masuknya Islam ke Nusantara. Islam Indonesia adalah Islam Indonesia, bukan Islam negara lain.

“Jangan sampai Islam Indonesia ingin diubah menjadi Islam yang menghilangkan budaya Islam di Indonesia seperti Ziarah Makam Walisongo dan sebagainya,” ucapnya.

Menurut dia, perjuangan umat Islam di Indonesia selalu dipelopori oleh ulama seperti pemberontakan petani di banten dan Puncak perjuangan Umat Islam yaitu dikeluarkannya Resolusi Jihad NU.

Bahkan dia mengaku bingung karena Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjadi imbas dari sikap kelompok Islam Intoleran yang menganggap bahwa PDIP adalah partai Komunis. “Padahal PDIP merupakan partai yang mempunyai Baitul Muslimin yang di dalamnya terdiri atas para ulama dan pemuda islam,” ucapnya.

Dia lantas menyerukan untuk menjaga Indonesia ini, perbedaan pasti ada, tapi tidak harus ditanggapi dengan kekerasan. “Kita bisa duduk bersama saling bicara menyelesaikan permasalahan bangsa bukan mengeluarkan parang dan senjata untuk saling menyerang,” tukas dia. (elf/JPG)


*Repelita Online merupakan wadah untuk menyalurkan ide/gagasan/opini/aspirasi warga. Setiap opini/berita yang terbit di Repelita Online yang merupakan kiriman dari penulis merupakan tanggung jawab dari Penulis.
Join @Repelita Channel on Telegram

comments

Loading...
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here