Ma’ruf Amin Ibaratkan NU Seperti Kapal Nabi Nuh

235
Cawapres 01 KH Ma'ruf Amin berkampanye di Cianjur

Calon wakil presiden KH Ma’ruf Amin mengatakan bahwa keberadaan organisasi Nahdlatul Ulama adalah titik temu dari berbagai macam paham keagamaan yang mencoba menarik ke kiri dan kanan.

Kiai Ma’ruf mengibaratkan NU sebagai kendaraan penyelamat. Kendaraan penyelamat juga diumpamakan organsiasi yang telah berusia 93 tahun ini seperti Kapal Nabi Nuh.

“NU ini adalah kendaraan penyelamat, dari gonjang-ganjing cara berpikir pemahaman keagamaan, yang selama ini ada yang ke kanan dan ke kiri. NU berada di tengah, sebagai penyelamat, kapal NU kayak kapal Nabi Nuh,” kata Ma’ruf, saat menghadiri peringatan Harlah NU ke-93 di Lapangan Prawitasari, Cianjur, Jawa Barat, Kamis 14 Februari 2019.

Mustasyar PBNU itu menyatakan, NU akan sebagai wadah menyelamatkan seluruh umat dari bahaya itu. Ia, kemudian berseloroh, keterkaitan NU dan Nabi Nuh secara akronim penamaan.

“Karena itu. kita menyatakan ingin selamat, naik perahu NU. Kalau dulu perahu-nya NUH, Nabi Nuh kan NUH. Sekarang H dibuang, jadi perahu NU, nanti selamat dunia akhirat,” kata Ma’ruf disambut riuh hadirin yang hadir di acara.

Menurut Kiai Ma’ruf, kisah Nabi Nuh itu baiknya dipahami dalam konteks kekinian. Banyaknya paham keagamaan yang masuk, jangan sampai terbawa gelombang hingga akhirnya ajaran agama dimaknai secara menyimpang. “Nah, itu makanya jangan ada di pinggir nanti kena gelombang,” kata dia.

Bahtera atau Kapal Nabi Nuh dikisahkan dalam Alquran sebagai perintah Allah kepada Nabi Nuh ‘alaihisalam. Allah memerintahkan Nabi Nuh untuk membuat kapal sebagai jawaban atas doa Nabi Nuh kepada Allah, agar kaumnya diberikan pelajaran yang setimpal karena kekufurannya menolak dakwah Nabi Nuh.

Allah mewahyukan kepada Nabi Nuh bahwa akan ada banjir besar, sehingga diminta untuk membuat bahtera atau kapal yang besar. Ketika banjir besar itu tiba, seluruh permukaan bumi dipenuhi air, bahkan hingga gunung pun ikut terendam.

Nabi Nuh bersama para pengikutnya yang beriman kepada Allah naik ke atas kapal bersama dengan hewan-hewan yang berpasangan selamat dari bencana banjir. Sementara itu, orang-orang zalim yang menolak dakwah Nabi Nuh tenggelam bersama banjir besar. (asp) viva

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here