Ma’ruf Amin Curhat, “Katanya Kalau Menang Diganti Ahok”

680
Ma’ruf Amin berbicara di acara istighotsah kubra di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan

MADURA – Cawapres nomor urut 01 Ma’ruf Amin curhat saat berbicara dalam acara istighotsah kubra di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, kemarin (19/3).

Di depan puluhan ribu pendukungnya, Ma’ruf Amin mengaku kerap diserang isu bohong atau hoaks.

Ma’ruf Amin mengatakan, beberapa informasi bohong menyerang pasangan capres-cawapres nomor urut 01. Di antaranya, usia Ma’ruf Amin yang sudah tua.

Selain itu, kata dia, beredar kabar hoax yang menyatakan bahwa kalau paslon nomor urut 01 menang, posisi wapres akan diganti.

”Katanya kalau menang, wakil presiden akan diganti Ahok. Itu tidak benar,” tegas Ma’ruf.

Dia menyampaikan, presiden dan wakil presiden tidak bisa serta merta diganti. Ada prosedur yang harus dilalui.

”Memangnya ketua RT yang gampang diganti,” tambahnya.

Mantan Rais Aam PB NU itu menyatakan, jika dibanding Mahatir, usianya masih tergolong muda.

Dikatakan, Perdana Menteri Malaysia dilantik pada usia 90 tahun. Sementara Ma’ruf Amin usianya belum 80 tahun.

Kabar bohong lain yang menyerang yakni jika Jokowi-Amin menang, Kementerian Agama akan dihapus.

Padahal, lanjut Ma’ruf, selama ini kementerian tersebut berjalan seperti biasa. Tidak ada kebijakan menghapus sesuatu dari pemerintah.

Lalu, jika 01 menang, pemerintah akan melegalkan perzinahan. Menurut dia, kabar itu fitnah yang sama sekali tidak benar.

”Jangan mudah percaya informasi bohong,” kata Ma’ruf, sebagaimana dilansir Radar Madura, Rabu (20/3).

Dia berharap, pendukungnya solid memenangkan capres-cawapres 01 dengan target 90 persen.

Kasubbaghumas Polres Pamekasan Iptu Nining Dyah mengatakan, istighotsah kubra berjalan lancar. Tidak ada kejadian yang mengganggu keamanan dan kondusivitas. ”Alhamdulillah aman,” tegasnya.

(mr/pen/hud/bas/jpr)

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.