Margarito Kamis: Tidak Ada Alasan Ragukan Profesionalitas Hakim MK

619

Perhatian masyarakat saat ini tertuju kepada para hakim MK yang menyidangkan sengketa Pemilu 2019. Setelah sidang cukup panjang, publik menunggu putusan yang akan dikeluarkan mahkamah. Bagaimana seharusnya menyikapi putusan itu? Berikut perbincangan wartawan Jawa Pos Khafidlul Ulum dengan Margarito Kamis, pakar hukum tata negara.

Bagaimana Anda melihat jalannya sidang sengketa pemilu di MK?

Menurut saya, sidang berjalan dengan baik. Hakim melaksanakan tugasnya dengan baik. Menjunjung tinggi profesionalitas, kejujuran, dan keadilan. Perlakuan kepada semua pihak bagus. Jadi, tidak ada alasan untuk meragukan profesionalitas hakim. Setelah ini, hakim menggelar rapat permusyawaratan hakim (RPH), baru sidang pembacaan putusan. Tentu masyarakat menunggu putusan yang akan dikeluarkan MK.

Dari persidangan yang sudah digelar, apakah ada bukti yang menguatkan dugaan kecurangan?

Sejauh ini, tidak ada orang yang bicara angka-angka dalam jumlah jutaan, satu juta, dua juta yang tercecer atau diperoleh secara tidak sah, dan terkurangi secara tidak sah. Pemohon tidak menjelaskan angka-angka itu. Tidak ada satu pun saksi yang secara tegas menerangkan itu. Memang ada yang menyampaikan soal DPT, tapi tidak ada yang menjelaskan DPT bermasalah di TPS-TPS.

Apakah ada poin penting yang menentukan putusan hakim MK?

Masih ada soal kecil yang menentukan dan juga mematikan. Yakni, posisi Ma’ruf Amin di dua bank syariah. Sejauh ini, saya tidak melihat kuasa hukum TKN membantah secara terbuka dalam pembuktian. Dalam jawaban awal, mereka memang membantah. Mereka menjelaskan bahwa Ma’ruf bukan pejabat BUMN, dan anak perusahaan BUMN bukan BUMN. Namun, setelah itu, tidak didukung dengan keterangan lagi. Misalnya, keterangan ahli. Karena itu, masih kita tunggu bagaimana hakim melihat persoalan tersebut. Apakah hakim akan sejalan dengan kuasa hukum TKN atau malah sejalan dengan pikiran kuasa hukum BPN. Kalau sejalan dengan kuasa hukum BPN, akan lain ceritanya.

Bagaimana kita menyikapi putusan yang nanti dikeluarkan MK?

Masyarakat boleh menilai apa saja. Tapi, masyarakat tidak mengetahui dan tidak mempunyai pengetahuan hukum teknis, terutama soal penilaian alat bukti. Yang harus dilakukan, sepahit apa pun dan sekecewa apa pun, kita mesti beri hormat kepada hakim. Sekali lagi saya katakan bahwa hakim cukup kredibel, bagus, dan tidak ada alasan mencurigai mereka. Mau tidak mau, suka tidak suka, harus tunduk pada keputusan. Beginilah cara yang disepakati untuk menyelesaikan masalah bangsa. Pasti ada yang senang, tapi ada yang tidak senang. Itu risiko yang harus kita terima. jpg

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...