Mantan Wapres Usul RUU HIP Diganti Saja dengan RUU PIP

442
Wakil Presiden RI keenam Try Sutrisno

JAKARTA – Wakil Presiden ke-4 RI Try Sutrisno menyarankan agar Rancangan Undang Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) diganti.

Penggantian itu, bukan saja pada judulnya saja, tapi juga isinya.

Alasannya, RUU yang menjadi insiatif DPR RI itu dinilai memicu kontroversi dan perdebatan.

Dari perspektif Tata Negara dan disiplin ilmu politik, bahwa Pancasila sebagai State Fundamental Norm tidak boleh berada di bawah UU.

Pancasila harus memiliki kedudukan di atas.

Demikian disampaikan Try Sutrisno dalam konferensi pers di Gedung Nusantara V, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2020).

“Menyangkut RUU HIP kita harapkan sudah harus diganti. Baik nomenklaturnya, judulnya maupun isinya,” tutur Try Sutrisno.

Menurutnya, salah satu yang pemicu kontroversi adalah ‘haluan’.

“Oleh karena itu sepantasnya RUU ini diubah judulnya sekarang menjadi RUU Pembinaan Ideologi Pancasila,” sambungnya.

Purnawirawan TNI AD ini juga menegaskan bahwa antara RUU HIP dan usulannya RUU PIP itu terdapat perbedaan signifikan.

“Perbedaannya saya jelaskan pada pembukaan. Haluan Ideologi Pancasila ini bisa menimbulkan berbagai tafsir, terutama hukum tata negara asas haluan Pancasila tidak sepatutnya diatur UU,” urainya.

“Kalau rencana atau UU pembinaan Ideologi Pancasila, nah ini yang saya jelaskan tadi. Yang dibina adalah mempraktikkan, menjabarkan dalam tingkah laku sehari-hari agar ini sebagai satu tuntunan untuk tingkah laku, sebagai aparat negara, maupun sebagai bangsa atau warga negara pada umumnya,” papar dia.

Turut hadir saat jumpa pers Ketua Umum LVRI Saiful Sulun, dan Ketua Umum Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) Kiki Syahnakri.

Kemudian dari unsur pimpinan MPR yang hadir dalam pertemuan itu anatara lain; Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, dan para Wakil Ketua MPR, Ahmad Basarah, Arsul Sani.

Sumber Berita / Artikel Asli : rmol/ruh/pojoksatu

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...