Mantan Bupati Nisel Beberkan Kronologis Pelemparan Kotoran Babi yang Dialaminya

540
Idealisman Dachi, mantan bupati Nisel.

NIAS-Mantan Bupati Nias Selatan (Nisel) Idealisman Dachi membenarkan terjadinya pelemparan kotoran babi sesaat dirinya usai menghadiri syukuran atas pemenangan Kepala Desa Hilisatoro Gewa Wisnu Duha, Sabtu (25/1/2020).

Kepada Pojoksumut.com, Idealisman membeberkan kejadian tersebut. Dia mengaku datang bukan inisiatif sendiri melainkan menghadiri undangan pukul 13.00 WIB. “Kita diundang acara Pak Kades. Itu teman saya Pak Kades, mengundang datang, namanya langsung Pak Kades datang ke rumah mengharapkan datang, datanglah kita (saya),” ujarnya saat dihubungi, Selasa (28/1/2020) pagi.

Dikatakannya, kehadirannya di lokasi sebelum pelemparan sudah diwarnai ancaman. “Sudah mau pulang kejadiannya (pelemparan itu). Waktu saya datang pas makan siang, ada pembawa acara yang belakangan saya tahu tanpa sepetahuan yang punya acara, dia meminta saya nyanyi, saya memang enggak mau nyanyi karena saya enggak bisa nyanyi, tapi didesak terus. Enggak enak hati akhirnya saya naik ke panggung, pas naik ke panggung saya diancam, ada sekelompok pria dewasa naik juga. Saya enggak tahu kenapa diancam,” jelasnya.

Saat itu, Idealisman sempat mencoba menjelaskan ke sekelompok orang tersebut, namun tak ditanggapi. “Saya bilang kenapa? Saya enggak ganggu kalian, saya diundang Pak Kades loh. mereka enggak peduli. Diancam disuruh turun, saya enggak jadi nyanyi karena kondisinya enggak kondusif,” lanjutnya.

Setelah itu, dia turun dari panggung dan hendak pergi. “Mobil saya dipalang pakai mobil, pakai sepeda motor, ditahan. Jadi saya beritahu Pak Kades kepada mobil saya ditahan. Pak Kades akhirnya turun tangan menyelesaikan,” jelasnya.

Saat itu, diakuinya perbincangan dengan sekelompok orang itu alot. Dan, saat menunggu kondisi aman, Idealisman tetiba mendapati didekati kaum ibu-ibu. “Ibu-ibu kerumunin saya, membentengi saya, saya makin bingung, mungkin ibu-ibu sudah tahu kali (bakal ada pelemparan). Mereka buat pagar betis. Dilemparlah kita, enggak kena, saya juga enggak merasakan, mungkin kalau saya kena, pasti saya bereaksi. Saya enggak tahu (soal ada kotoran babi), ibu-ibu itu yang tahu, akhirnya mereka ribut-ribut,” bebernya.

Sambil menunggu suasana reda kembali, dia masuk ke dalam rumah di lokasi. “Yang punya rumah bilang jangan diganggu ini kan tamu, kita kan punya adat. setelah itu saya bilang sama supir, daripada makin lama makin kacau, kita balik. Pas pulang itu enggak dihadang lagi, ada upaya tapi diselesaikan Pak Kades,” ungkapnya.

Idealisman mengatakan tak ingin memperpanjang kasus ini, dan mencoba memaafkan pelakunya. “Saya sudah anggap itu ya cobaan, tantangan, tekanan. Itu bagi saya lumrah dalam politik ini, mereka memakai cara-cara yang tiak beradap. Sikap saya mengampuni saja,” tegasnya.

Dia juga mengajak semua pihak untuk tidak terprovokasi. “Mengajak semuanya agar tidak tergiring dengan isu-isu yang cenderung provokatif, sehingga itu dapat membuat suasana jadi kacau,” harapnya.

Kejadian ini sempat dikaitkan dengan persaingan politik, dimana Idealisman bakal mencalonkan kembali sebagai bupati. Sementara, lokasi kejadian adalah kampung petahana. “Iya saya bakal mencalonkan lagi. (Soal persaingan politik) saya tidak tahu, mungkin karena ini dihubungkan dengan kampungnya petahana, saya tidak mau berkometar tentang itu, itulah kondisinya. Saat ini, saya hanya mengajak semua elemen masyarakat untuk jangan terprovokasi dengan situasi seperti ini. Kepada tokoh-tokoh untuk bisa cooling down dan memberi pemahaman kepada semua masyarakat untuk memenangkan diri,” pungkasnya.

Sebelumnya, video kejadian tersebut sempat direkam warga dan viral di media sosial. (nin/pojoksumut)

Berikan Komentar Anda :

comments

Loading...